MANADO, indinews.id - Rangkaian Hijrah Sulut Fest 2026 menghadirkan sembilan inisiasi program ekonomi dan keuangan syariah yang mencakup aspek halal, inklusif, dan hijau.
Program-program tersebut digagas Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto, mengatakan berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian integral dari Hijrah Sulut Fest 2026.
“Seluruh program ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam memperkuat ekosistem halal, inklusif, dan hijau di Sulawesi Utara,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Pada Program Halal, terdapat dua inisiatif utama. Pertama, SERUMA atau Sertifikasi Halal UMKM. Melalui program ini, BI Sulut membuka gerai konsultasi sertifikasi halal di booth pameran dengan bersinergi bersama LP3H Pondok Pesantren Hidayatullah.
Upaya tersebut ditujukan untuk mendorong peningkatan jumlah UMKM bersertifikat halal. Selain itu, digelar kompetisi pendamping halal terbaik sebagai bentuk apresiasi bagi pendamping yang berhasil mensertifikasi produk terbanyak.
Kedua, program JULEHA atau Juru Sembelih Halal. BI Sulut bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat JULEHA menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi 20 peserta perwakilan kabupaten/kota di Sulawesi Utara.
“Program ini mendukung penguatan rantai nilai halal sekaligus implementasi kebijakan Jaminan Produk Halal, termasuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis,” kata Joko.
Pada Program Inklusif, terdapat sejumlah inisiatif. Melalui RAHMANI atau Berkah Ramadan QRIS, masyarakat dapat bertransaksi menggunakan QRIS minimal Rp1.447 untuk memperoleh voucher makan senilai Rp25.000.
Voucher tersebut dapat dibelanjakan di tenant UMKM atau ditukar dengan paket kopi dan roti hasil usaha Pondok Pesantren Darul Istiqomah bersama WANUA.
“Setiap transaksi bukan hanya mendorong digitalisasi pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan berbagi dan penguatan ekonomi umat,” ujarnya.
Program berikutnya adalah WAFA atau Wakaf Digital dan Wakafein. Digitalisasi wakaf didorong untuk memperkuat wakaf produktif melalui inisiasi Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN).
Saat ini, wakaf produktif telah diwujudkan melalui pembangunan glamping di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Manado serta pendirian minimarket di Hidayatullah Tomohon.
BI Sulut juga memfasilitasi pembayaran wakaf melalui QRIS serta menghadirkan program Wakafein sebagai ajakan berwakaf dengan apresiasi minuman berkafein produk UMKM lokal.
Selanjutnya, BUCIN atau Business Matching Pembiayaan UMKM digelar pada 20 Februari 2026 bekerja sama dengan OJK SulutGo, BRI, BNI, Bank Mandiri, BPD SulutGo, dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Kegiatan tersebut diikuti 80 pelaku UMKM.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman produk pembiayaan serta memperluas akses pembiayaan guna mendorong akselerasi pertumbuhan UMKM Sulawesi Utara,” ujarnya.
Program LIQRA atau Literasi QRIS, Cinta Bangga dan Paham (CBP) Rupiah, serta ekonomi syariah juga rutin dilaksanakan untuk mendorong transaksi non-tunai, memperkuat kesadaran terhadap Rupiah, dan meningkatkan literasi ekonomi syariah masyarakat.
Melalui SERAMBI atau Semarak Rupiah Ramadan 2026, BI Sulut menyediakan layanan penukaran uang selama 18 Februari hingga 13 Maret 2026. Hingga 26 Februari 2026, tercatat 2.963 penukar dengan total realisasi Rp12,73 miliar.
Pada program KORMA atau Kompetisi Ekonomi Syariah, digelar lima perlombaan, yakni Halal Chef Competition, Dai/Daiyah Competition, Singing Competition, lomba konten ekonomi syariah, serta Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN).
Kompetisi ini menjadi sarana edukasi sekaligus ajang pencarian talenta ekonomi syariah.
Sementara pada Program Hijau, HIKMAH atau Hijaukan Ramadan Berkah diinisiasi dengan menukarkan lima botol plastik bekas menjadi voucher makan di tenant UMKM.
Targetnya 4.000 botol plastik terkumpul untuk diolah bersama Bank Sampah Induk Likupang menjadi produk dekorasi bernilai jual.
“Langkah sederhana ini tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menggerakkan UMKM dan menghadirkan keberkahan ekonomi di bulan Ramadan,” kata Joko.
Selain itu, BI Sulut menyalurkan 275 paket sembako bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional sebagai bentuk kepedulian sosial.
Hijrah Sulut Fest 2026 juga menjadi dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) yang terbentuk pada Maret 2024.
Secara nasional, Bank Indonesia turut mengampanyekan ekonomi syariah melalui Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) tingkat regional dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) tingkat nasional.
FESYAR Kawasan Timur Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dan inovasi guna mengakselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Utara,” tutupnya.
(sab)
