×

60 Ribu Jemaat Hadiri Paskah Nasional di Manado, Serukan Persatuan di Tengah Dinamika Global

8 April 2026 | April 08, 2026 WIB Last Updated 2026-04-08T07:39:30Z

 


Manado, indinews.id - Sekitar 60 ribu jemaat menghadiri perayaan Paskah nasional gereja-gereja di Sulawesi Utara yang digelar di kawasan Pohon Kasih, Megamas, Manado, Rabu (8/4/2026). Ibadah berlangsung khidmat dan penuh sukacita, mempertemukan jemaat lintas denominasi dalam satu perayaan iman.


Ibadah Paskah dipimpin langsung oleh Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa, Pdt. Adolf Wenas. Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh jemaat untuk memperkuat iman serta menjaga persatuan sebagai wujud nyata kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.


Perayaan ini juga dihadiri utusan khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo yang turut memberikan sambutan. Dalam pidatonya, Hashim menegaskan bahwa gagasan penyelenggaraan Paskah nasional ini lahir secara kolektif dari berbagai pihak.

“Sesungguhnya penggagas ini kolektif bersama. Saya didatangi oleh Ketua Sinode terpilih, Pak Adolf Wenas bulan lalu, bersama Kapolda, bersama kakaknya, dan kawan-kawan semuanya punya gagasan untuk acara Paskah. Saya menyambut dengan sangat positif karena saya rindu ke tanah air saya Minahasa,” ujar Hashim.


Ia juga menyoroti relevansi tema Paskah tahun ini yang diambil dari Injil Yohanes 17 tentang persatuan. Menurutnya, pesan tersebut sangat penting di tengah kondisi dunia yang sedang menghadapi berbagai tantangan global.

“Saya melihat tema hari ini sangat tepat, supaya kita semua menjadi satu. Kita harus bersatu di tengah dinamika global. Kita tahu ada dua konflik besar yang terjadi, yaitu di Ukraina dan di Timur Tengah,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Recky Langi menjelaskan bahwa tema persatuan yang diangkat dalam perayaan ini merupakan hasil pergumulan bersama para pimpinan gereja di tengah situasi dunia yang memanas.

“Jadi sebelum kegiatan ini dilaksanakan, kami bersama para pimpinan gereja mencari tema yang relevan dengan kondisi global. Kami bersyukur, dari semua denominasi kami berdoa dan mendapatkan satu ayat tentang persatuan, supaya kita semua menjadi satu. Saya percaya ini adalah pekerjaan Roh Kudus yang luar biasa,” ujarnya.


Ia menilai tema tersebut memiliki makna yang sangat kuat dan tepat dengan kondisi dunia saat ini, sehingga menjadi landasan spiritual dalam pelaksanaan ibadah Paskah nasional di Sulawesi Utara.


Recky juga mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme jemaat yang hadir sejak pagi hari, meski cuaca cukup panas. Menurutnya, kehadiran puluhan ribu jemaat merupakan bukti nyata campur tangan Tuhan.

“Dari pagi walaupun panas, tapi kalau bukan Tuhan yang menggerakkan, saya kira tidak mungkin bisa mencapai angka lebih dari 60 ribu jemaat. Dari awal kami memperkirakan tidak akan kurang dari 50 ribu, dan hari ini itu terjadi. Ini menjadi sukacita besar bagi kami panitia,” katanya.


Ia menambahkan, perayaan ini juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan gereja aras nasional, yang semakin memperkuat makna kebersamaan dalam perayaan tersebut.

“Ini semua kami kembalikan untuk pujian, hormat, dan kemuliaan nama Tuhan. Kami sangat bersyukur warga gereja di Sulawesi Utara boleh berkumpul dalam sukacita Paskah,” pungkasnya.


Perayaan Paskah nasional ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga simbol kuat persatuan umat Kristiani di tengah keberagaman serta dinamika global yang terus berkembang.(Jef)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close