JAKARTA, indinews.id - Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Telkomsel kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan bisnis berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui tiga pilar utama keberlanjutan perusahaan, yakni Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi, yang menjadi bagian dari upaya menciptakan nilai jangka panjang bagi generasi mendatang.
Komisaris Utama Telkomsel yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz F.M. Hendropriyono, menilai dunia usaha memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
Diaz F.M. Hendropriyono dalam keterangan resminya yang diterima Sabtu (6/6/2026) mengatakan, perubahan iklim adalah tantangan nyata yang dampaknya sudah dan akan semakin dirasakan. Dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar untuk mendorong praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan.
"Saya mengapresiasi Telkomsel yang, meskipun tidak berada di sektor ekstraktif, tetap menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlanjutan," ujar Diaz.
Menurutnya, perusahaan yang konsisten menjaga keberlanjutan akan memperoleh kepercayaan lebih besar dari masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa kemajuan perusahaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pelestarian lingkungan.
"Telkomsel meyakini bahwa perusahaan tidak mungkin maju sendirian tanpa lingkungan dan masyarakat di sekitarnya ikut berkembang. Sebesar apa pun pertumbuhan yang kita capai, semuanya akan kehilangan makna jika lingkungan tidak terjaga dan kualitas hidup masyarakat ikut menurun," katanya.
Telkomsel menunjukkan bagaimana komitmen penciptaan dampak yang bermakna tersebut telah diterjemahkan ke dalam tiga pilar fokus keberlanjutan perusahaan: Jaga Cita, Jaga Data, Jaga Bumi.
1. Melalui fokus Jaga Cita, Telkomsel terus memberdayakan talenta Indonesia sekaligus memperluas akses agar lebih banyak masyarakat bisa ikut maju, berpartisipasi, dan bertumbuh dalam ekonomi digital.
Sepanjang 2025, Telkomsel melayani 156,1 juta pelanggan mobile dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C, didukung lebih dari 293 ribu BTS di seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 360 desa blank spot.
Telkomsel pun aktif membina sekitar 90 ribu pelajar, UMKM, komunitas, hingga talenta muda melalui berbagai program sosial berbasis digital.
Di saat yang sama, Telkomsel terus mengembangkan kompetensi dan kapabilitas inovasi tenaga kerja di berbagai lini operasional dengan penguatan keahlian kritikal, termasuk AI, cybersecurity, dan data science.
2. Pada Jaga Data, Telkomsel menjaga kepercayaan pelanggan melalui layanan yang aman, bertanggung jawab, dan dapat diandalkan.
Telkomsel terus memperkuat tata kelola melalui sistem manajemen informasi berstandar ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010 untuk perlindungan data dan siber andal.
3. Melalui Jaga Bumi, Telkomsel meminimalkan jejak karbon dan menjaga operasional layanan tetap hadir saat dibutuhkan.
Hingga 2025, sebanyak 361 BTS Telkomsel telah menggunakan energi terbarukan solar panel dan mikrohidro. 100 persen limbah elektronik telah dikelola melalui skema recycle, reuse, atau refurbish, serta 100 persen kemasan kartu SIM sudah menggunakan material kertas ramah lingkungan.
Upaya carbon offsetting juga didukung aktivitas penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang 2025.
Telkomsel juga terus menjalankan beragam inisiatif untuk memperkuat ketahanan aset fisik yang berkaitan dengan kesinambungan layanan – seperti BTS, TTC, sampai dengan gedung operasional – dari ancaman perubahan iklim.
Dampak keberlanjutan juga terus dirasakan lebih luas, bukan hanya bagi pelanggan, tetapi juga bagi mitra, pemerintah, dan ekosistem yang tumbuh bersama perusahaan.
Sepanjang 2025, Telkomsel mendistribusikan kembali sekitar 83 persen dari total pendapatan ke pemerintah, shareholders, suppliers di rantai pasok, dan karyawan.
Kontribusi ini didukung lebih dari 235 ribu mitra outlet ritel di berbagai daerah, yang turut membuka peluang bagi semua orang, setiap rumah, dan kegiatan bisnis.
Perjalanan menuju bisnis berkelanjutan hanya bisa dijalankan melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan.
Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi agar kita bisa bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi Indonesia.
"Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi, membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan,” tutup Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam.
Telkomsel turut menjalankan sustainability sebagai bagian dari implementasi terkonsolidasi atas strategi keberlanjutan GoZero Telkom Group.
Selanjutnya, Telkomsel akan terus berkontribusi dalam mendorong pengurangan emisi menuju Net Zero 2060 yang dicanangkan Telkom Group.
Ragam inisiatif keberlanjutan Telkomsel dapat diakses di telkomsel.com/about-us/sustainability.
(sab)
