Notification

×

Tabungan Pelajar Sulut Tumbuh, 568.965 Rekening Tercatat hingga Juni 2026

20 Agustus 2026 | Agustus 20, 2026 WIB Last Updated 2026-08-20T07:03:56Z

 

Kepala OJKSulutGo, Robert H.P. Sianipar memberikan sambutan pada kegiatan puncak Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung di Sulawesi Utara, Kamis (20/8/2026.((Indinews.id/Subhan)).

MANADO, indinews.id - Kebiasaan menabung di kalangan pelajar Sulawesi Utara menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Juni 2026, jumlah rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dalam program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) mencapai 568.965 rekening.


Jumlah tersebut meningkat 10,88 persen atau bertambah 55.817 rekening dibandingkan posisi Juni 2025. Tidak hanya dari jumlah rekening, nilai simpanan pelajar juga mengalami pertumbuhan. Total tabungan tercatat mencapai Rp218,08 miliar, meningkat 7,51 persen dibandingkan periode sebelumnya.


Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator dalam pelaksanaan Hari Indonesia Menabung yang diperingati setiap 20 Agustus. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk mendorong generasi muda membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak.


Kepala OJK SulutGo, Robert H.P. Sianipar mengatakan, peningkatan jumlah rekening pelajar menunjukkan semakin luasnya akses generasi muda terhadap layanan keuangan.


"Mulailah menabung, sekecil apa pun yang penting konsisten," Kata Robert.


Selain SimPel, upaya memperkuat budaya menabung juga dilakukan melalui program Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda) serta KEJAR. Program tersebut diarahkan untuk memperkenalkan pengelolaan keuangan sejak usia sekolah hingga memasuki jenjang pendidikan tinggi.


Puncak peringatan Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung di Sulawesi Utara diikuti sekitar 1.000 pelajar dan mahasiswa dari 22 sekolah dan perguruan tinggi.


Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), satuan pendidikan, serta 16 industri jasa keuangan.


Penguatan budaya menabung dinilai semakin penting karena tingkat literasi keuangan pada kelompok pelajar dan mahasiswa masih sedikit berada di bawah hasil survei secara umum.


Di Sulawesi Utara, indeks literasi keuangan 2026 tercatat 69,98 persen dan inklusi keuangan mencapai 94,37 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang masing-masing tercatat 69,57 persen dan 93,61 persen.


Namun, tingginya inklusi belum otomatis menunjukkan masyarakat telah memahami seluruh manfaat dan risiko produk keuangan yang digunakan.

Karena itu, edukasi terus dilakukan. Hingga saat ini, tercatat 119 kegiatan edukasi keuangan telah digelar di 12 kabupaten/kota dengan sekitar 90.000 peserta.


"Jadilah Duta Literasi, baik di sekolah, di kampus, dan di lingkungan adik-adik sekalian," katanya.


Pelajar dan mahasiswa juga diajak mengajak keluarga serta lingkungan sekitar untuk meningkatkan kecakapan finansial dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar sekaligus mengelola keuangan.


Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada momentum Hari Indonesia Menabung, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.


"Seseorang bisa duduk di tempat teduh hari ini karena ada seseorang yang menanam pohon sejak lama," pungkasnya.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close