![]() |
| Alfamidi Cabang Manado bersama Bank Sampah Induk Likupang memberikan edukasi pembuatan ecobrick kepada siswa SMP Negeri 6 Satu Atap Likupang Timur, Minahasa Utara, (Dok.Istimewa) |
MINAHASA UTARA, indinews.id – Edukasi tentang pengelolaan sampah sejak usia sekolah terus digalakkan Alfamidi Cabang Manado bersama Bank Sampah Induk Likupang (BSIL).
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), kedua pihak mengajak siswa SMP Negeri 6 Satu Atap Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, mengenal cara sederhana mengurangi sampah plastik melalui pembuatan ecobrick.
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mengajak siswa mempraktikkan langsung cara memanfaatkan kembali sampah plastik yang berasal dari aktivitas sehari-hari.
Pengurus Bank Sampah Induk Likupang, Yudith Rondonuwu, mengatakan siswa menjadi sasaran edukasi karena kebiasaan menjaga lingkungan perlu dibentuk sejak dini.
"Kami memilih siswa karena dengan edukasi dan praktik langsung, mereka akan lebih mudah mengingat dan menerapkan kebiasaan ini hingga dewasa," kata Yudith, Jumat (2/10/2026).
Dalam kegiatan itu, siswa diperkenalkan dengan ecobrick, yaitu botol plastik bekas yang diisi menggunakan sampah plastik yang telah dibersihkan dan kemudian dipadatkan.
Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar berbagai perabot, seperti kursi, meja, maupun bangku taman.
Menurut Yudith, sampah plastik dari rumah tangga maupun aktivitas sehari-hari tidak selalu harus berakhir menjadi limbah.
Dengan pengelolaan yang tepat, material tersebut masih dapat dimanfaatkan kembali sehingga jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan dapat ditekan.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi diterapkan secara berkelanjutan di rumah maupun lingkungan sekitar.
Branch Manager Alfamidi Manado, Markus Nurdianto, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu perhatian perusahaan melalui berbagai kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat.
"Edukasi pemanfaatan sampah plastik adalah bagian dari komitmen kami dalam menjaga kelestarian alam. Siswa kami bekali supaya ke depannya bisa memberi pengaruh yang baik pada kelestarian alam," tuturnya.
Menurutnya, pelibatan pelajar dalam kegiatan lingkungan diharapkan dapat membangun kesadaran sejak dini sekaligus mendorong munculnya kebiasaan positif dalam mengelola sampah.
Kolaborasi Alfamidi dan BSIL tersebut diharapkan menjadi langkah sederhana untuk menumbuhkan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan, dengan menjadikan sampah plastik bukan sekadar limbah, tetapi juga sesuatu yang masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna.
(sab)
