![]() |
| Dee Lestari, Penulis, Pencipta Lagu dan Penyanyi terkenal Indonesia, Sabtu (3/10/2026).((Indinews.id/Subhan)) |
MANADO, indinews.id - Festival Literasi Sulawesi Utara mendapat apresiasi atas penyelenggaraannya yang dinilai serius dan konsisten dalam mendorong penguatan budaya literasi.
Program Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU) juga dinilai memiliki potensi menjadi gerakan berkelanjutan yang berdampak luas.
Dee Lestari, Penulis, Pencipta Lagu dan Penyanyi yang juga dipercayakan sebagai juri dalam Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 mengaku terkesan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kesungguhan terlihat tidak hanya dari rangkaian festival, tetapi juga dari proses pelaksanaan program Putra Putri Literasi.
“Ya, ini adalah hari kedua saya terlibat di Festival Literasi Sulawesi Utara, dan sejauh ini ini mungkin salah satu festival literasi paling sungguh-sungguh, karena semuanya dilaksanakan dengan baik,” ujarnya, Sabtu (3/10/2026)
Ia menilai para peserta dan pemenang PPLSU 2026 turut menunjukkan keseriusan dalam mengikuti program tersebut. Kondisi itu dinilai menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan gerakan literasi di daerah.
“Begitu juga dengan program Putra Putri Literasinya, saya melihat kesungguhan juga dari para peserta dan para pemenang,” katanya.
Menurutnya, Festival Literasi Sulawesi Utara dan program Putra Putri Literasi memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu program rujukan bagi penguatan literasi di kawasan Indonesia Timur.
“Semoga ini dapat menjadi program mercusuar bagi Indonesia Timur, dapat menjadi percontohan dan memiliki dampak yang baik dan panjang buat literasi Sulawesi Utara,” ujarnya.
Ia juga menitipkan pesan kepada para Putra Putri Literasi Sulawesi Utara yang baru terpilih agar mampu menjalankan peran mereka sebagai penggerak literasi. Gelar yang disandang dinilai bukan sekadar pencapaian, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih panjang.
“Harapan saya mereka bisa menjadi penerang bagi literasi Sulawesi Utara,” katanya.
Ia menegaskan, perjalanan para Putra Putri Literasi masih panjang. Masa tugas selama satu tahun harus dimanfaatkan untuk menjalankan berbagai program sekaligus melanjutkan semangat literasi secara berkesinambungan.
“Perjalanan masih panjang, saya rasa menjadi Putra Putri Literasi itu hanya langkah awal, tapi ini adalah sesuatu tongkat estafet yang harus diusung panjang dan lestari,” tuturnya.
Ia berharap para pemegang gelar tersebut dapat menjalankan amanah dengan baik selama satu tahun ke depan serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan literasi di Sulawesi Utara.
“Semoga bisa bertugas dengan baik selama satu tahun ke depan, dan selamat mengemban tugas,” ujarnya.
Festival Literasi Sulawesi Utara dan program Putra Putri Literasi diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang memberi dampak bagi perkembangan literasi di Indonesia Timur.
(sab)
