Notification

×

Festival Literasi Sulut 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Generasi Muda dan Pegiat Literasi

3 Oktober 2026 | Oktober 03, 2026 WIB Last Updated 2026-10-03T08:24:04Z

 

Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 resmi dibuka di kawasan Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Manado, Jumat (2/10/2026) malam.((Dok.Istimewa))


MANADO, indinews.id – Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 resmi digelar di kawasan Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado, Jumat (2/10/2026) malam.


Kegiatan yang berlangsung hingga 4 Oktober 2026 ini menjadi ruang pertemuan bagi pelajar, mahasiswa, pendidik, penulis, komunitas, pegiat literasi, serta masyarakat untuk bertukar gagasan sekaligus memperkuat budaya literasi di daerah.


Mengusung tema “Merawat Kearifan dan Menciptakan Narasi Untuk Masa Depan Peradaban”, festival tersebut dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang, S.I.P., M.M., sekitar pukul 19.00 WITA.


Ketua Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU), Standius Bara Prima, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan festival tersebut dirancang sebagai wadah kolaborasi dan kreativitas masyarakat, terutama generasi muda.


“Festival ini diharapkan mendapat dukungan dari berbagai pihak agar menjadi wadah bagi generasi muda, pelajar, mahasiswa, pendidik, penulis, pegiat literasi, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat untuk bertemu, bertukar gagasan, berbagi pengetahuan dan pengalaman, sekaligus menghasilkan karya-karya kreatif,” ujar Bara.


Menurut dia, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi mencakup kemampuan memahami dan mengolah informasi, berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, serta menyampaikan gagasan secara konstruktif.


“Melalui festival ini, literasi tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga sebagai bagian penting dalam membangun kreativitas, daya kritis, serta kemampuan masyarakat dalam menciptakan dan menyampaikan narasi yang positif,” katanya.


Berbagai agenda disiapkan selama festival berlangsung. Kegiatan tersebut antara lain seminar dan diskusi literasi, bedah buku, pameran buku, kelas menulis, lomba literasi, pertunjukan seni dan budaya, serta kegiatan edukatif yang melibatkan komunitas.


Dorong Peran Generasi Muda


Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dalam sambutannya yang dibacakan Tahlis Gallang menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Literasi Sulawesi Utara 2026.


Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, kata dia, mendukung berbagai upaya yang bertujuan memperkuat budaya literasi sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.


Tahlis menekankan pentingnya literasi sebagai bagian dari fondasi kemajuan masyarakat.


“Kemajuan dibangun di atas literasi yang kokoh dan kuat. Peran generasi muda sangat penting dalam membangun bangsa lewat literasi,” ujar Tahlis.


Ia berharap gerakan literasi tidak berhenti setelah festival selesai. Menurutnya, semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut perlu diteruskan melalui berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat dan komunitas.


Penguatan literasi juga diharapkan berjalan seiring dengan upaya menjaga kearifan lokal. Dengan demikian, budaya daerah dapat terus diperkenalkan sekaligus menjadi sumber gagasan dalam menghadapi perkembangan zaman.


Perkuat Ekosistem Literasi


Sekretaris PPL Sulut, Faradila Bachmid, S.Psi., M.Si., mengatakan festival tersebut diharapkan dapat memperluas dan memperkuat ekosistem literasi di Sulawesi Utara.


Ia menilai kegiatan literasi perlu didekatkan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama generasi muda, sehingga membaca, menulis, berdiskusi, dan berkarya tidak hanya dilakukan dalam kegiatan formal.


“Dengan mengangkat tema tentang kearifan dan masa depan peradaban, festival ini juga menjadi momentum untuk mempertemukan kekayaan budaya lokal dengan gagasan-gagasan baru dalam membangun masa depan Sulawesi Utara yang lebih kreatif dan berpengetahuan,” ungkap Faradila yang juga merupakan Duta Baca Sulawesi Utara.


Selain agenda literasi, festival turut menghadirkan pertunjukan musik, seni, dan budaya di panggung utama.


Kegiatan semakin semarak dengan kehadiran bazaar kuliner UMKM. Puluhan stan menawarkan berbagai produk kuliner kepada pengunjung selama festival berlangsung.


Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang berkelanjutan bagi masyarakat untuk memperkuat budaya membaca, menulis, berpikir kritis, berkarya, sekaligus merawat kekayaan budaya lokal.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close