MANADO, indinews.id - Generasi baru Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU) kembali lahir. Kehadiran dua figur terpilih dalam generasi terbaru diharapkan semakin memperkuat gerakan literasi, khususnya melalui kampanye di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi.
Ketua Umum PPLSU, Standius Bara Prima, M.I.Kom menyebut kehadiran generasi baru menjadi energi tambahan untuk memperluas kampanye literasi di berbagai kalangan.
“Ya, tentunya hari ini kita melihat sudah lahir lagi generasi yang baru, Putra Putri Literasi yang baru lagi. Tentunya kita sudah tidak sabar untuk bekerja sama dan kita butuh semangat baru juga,” ujar Bara, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, generasi baru tersebut tidak hanya menjadi penerus, tetapi juga bagian dari keluarga besar yang memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan pentingnya literasi di Sulawesi Utara.
Dengan bertambahnya generasi, gerakan literasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih masif. Program kampanye akan kembali diarahkan ke sekolah dan kampus sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya membaca, menulis, serta menghasilkan karya.
Selain menjalankan kampanye literasi, setiap generasi juga memiliki kewajiban menghasilkan karya berupa buku. Tradisi tersebut akan kembali dilanjutkan oleh generasi kedua Putra Putri Literasi Sulawesi Utara.
“Jadi, kita punya dua generasi yang bisa membantu kita agar lebih masif lagi. Tentunya kita akan ada kampanye-kampanye literasi lagi di sekolah-sekolah dan juga kampus,” katanya.
Ia menambahkan, setiap angkatan telah dibekali pengetahuan dan pemahaman yang diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan peran sebagai duta literasi.
“Untuk komitmen pastinya kita sudah membekali mereka dengan ilmu-ilmu yang baik. Dan tentunya kita sudah melihat attitude mereka dari awal mereka hadir hingga hari ini mereka menyandang juara dan juga gelar,” ujarnya.
Dukungan juga akan diberikan kepada para Putra Putri Literasi dalam menjalankan berbagai program. Kolaborasi dinilai menjadi kunci agar komitmen yang telah dibangun tidak berhenti setelah proses pemilihan selesai.
Perbedaan domisili antara kedua figur terpilih juga tidak menjadi alasan untuk mengurangi keterlibatan mereka dalam program. Keduanya diharapkan tetap aktif mengikuti agenda dan kegiatan yang telah disiapkan.
“Karena kalian sudah ada di keluarga Putra Putri Literasi, tentunya ini adalah isu yang serius. Jadi, kalian harus memberikan yang terbaik juga buat Sulawesi Utara,” katanya.
Kehadiran generasi baru tersebut diharapkan mampu membawa semangat baru dalam menggerakkan literasi sekaligus memperluas jangkauan kampanye literasi di Sulawesi Utara.
(sab)
