Minahasa, indinews.id - Kontingen Sulawesi Utara meraih gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II 2026 yang berlangsung di Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sabtu (24/10/2026). Tuan rumah mengumpulkan 149 poin, unggul dari Jawa Barat dengan 44,5 poin dan Papua Selatan dengan 39,5 poin.
Keberhasilan ini menjadi salah satu catatan penting dalam penyelenggaraan kejuaraan nasional tersebut, yang diikuti kontingen dari 14 provinsi di Indonesia.
Ketua Umum PORDASI Aryo Djojohadikusumo mengatakan, penyelenggaraan kejurnas di Tompaso merupakan cita-cita yang ingin diwujudkannya sejak menjabat sebagai ketua umum.
“Sudah dua tahun sejak saya menjabat sebagai ketua umum, dan puji Tuhan hari ini tersampaikan juga mimpi untuk menyelenggarakan kejuaraan nasional di Tompaso di Sulawesi Utara,” ujar Aryo.
Menurut Aryo, Tompaso memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga pacuan kuda nasional. Ia menyebut lebih dari 60 persen kuda yang mengikuti kejuaraan tersebut merupakan kuda kelahiran Tompaso dan Sulawesi Utara.
“Jadi untuk mengedepankan ini ke depannya, kami dari organisasi kuda bisa fokus ke pengembangan bibit-bibit baru, bibit kuda, joki baru, pelatih baru, dan pemilik baru, owner baru,” katanya.
Aryo juga menyoroti meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga pacuan kuda. Menurutnya, kenaikan harga kuda di berbagai daerah menjadi salah satu indikasi meningkatnya minat pemilik baru terhadap olahraga tersebut.
“Jadi olahraga ini makin berkembang, yang hadir nih saya dengar pecah rekor sehingga ke depannya bisa lebih besar lagi,” ungkapnya.
Sementara, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyambut keberhasilan kontingen daerahnya meraih gelar juara umum dan membawa pulang Piala Presiden.
“Sulawesi Utara juara umum, ya, meraih Piala Presiden. Dan ini sejarah untuk kita Sulawesi Utara,” kata Yulius.
Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi momentum kebangkitan olahraga pacuan kuda di Sulawesi Utara. Pemerintah provinsi, menurutnya, akan mendukung pengembangan olahraga tersebut, termasuk pembinaan atlet, joki, pelatih, dan pengelola stable atau kandang kuda.
“Kita akan dukung untuk PORDASI di Sulawesi Utara. Kita akan dukung semua kegiatan-kegiatan baik fisik, nonfisik juga. Ini kadangkala nonfisik ini sangat penting, di mana pembekalan kepada atlet-atlet kita ke depan untuk menjadi yang terbaik di Indonesia,” ujarnya.
Yulius juga menyampaikan harapannya agar atlet, joki, pelatih, dan kuda pacu asal Sulawesi Utara dapat berkembang hingga mampu bersaing di tingkat internasional.
“Bahkan kita yakini bahwa dari kita, kuda-kuda kita, kemudian joki-joki kita, pelatih-pelatih kita tidak akan tertinggal di sini saja, tetapi kita akan go international ke depan,” katanya.
Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II 2026 diikuti peserta dari 14 provinsi dan mempertandingkan 16 kelas perlombaan, dengan total hadiah mencapai Rp700 juta.
Selain menjadi ajang persaingan untuk meraih gelar juara, kejuaraan ini juga menjadi sarana pengembangan bibit kuda pacu, peningkatan kualitas joki dan pelatih, serta regenerasi pemilik kuda di Indonesia.
Dengan raihan 149 poin, Sulawesi Utara menempati posisi pertama klasemen akhir, disusul Jawa Barat dengan 44,5 poin dan Papua Selatan dengan 39,5 poin.
Hasil tersebut sekaligus memperkuat harapan agar potensi pacuan kuda di Tompaso dan daerah lainnya dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari kemajuan olahraga berkuda nasional.