Manado, indinews.id - Jenazah Anthonieta Mangolo, mahasiswi asal Tomohon yang meninggal di tengah kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga melibatkan oknum dosen bernama Danny Masinambow, tiba di RS Bhayangkara Karombasan, Rabu (31/12/2025) malam.
Ambulans pembawa jenazah memasuki area rumah sakit sekitar pukul 18.19 WITA, disaksikan pihak keluarga dan tim kuasa hukum.
Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan forensik lanjutan, termasuk proses visum dan kemungkinan tindakan otopsi, setelah keluarga melayangkan laporan resmi ke Polda Sulawesi Utara terkait dugaan kejanggalan kematian korban.
Penasihat hukum keluarga, Zhem Wengen, menyampaikan bahwa keluarga memilih menahan diri untuk tidak memberi pernyataan terbuka dalam waktu dekat.
“Torang keluarga sudah sepakat, belum bisa keluarkan statement. Ini masih dugaan, dan sudah terlalu heboh di media sosial,” ujarZhem
Menurutnya, kasus ini memang sebelumnya telah melalui visum di Polres Tomohon, namun keluarga merasa perlu langkah lanjutan usai menemukan hal yang dianggap janggal saat jenazah kembali dibuka oleh pihak keluarga.
“Ayah korban bersama keluarga membuka kembali jenazah, dan torang menemukan ada beberapa kejanggalan,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak keluarga dan kuasa hukum belum mengungkap detail kejanggalan tersebut ke publik, dan akan menunggu proses resmi dari penyidik dan dokter forensik.
“Nanti akan disampaikan ketika ada perkembangan resmi dari penyidik,” lanjut Sem.
Ia juga menjelaskan bahwa permohonan otopsi telah diajukan, namun penyidik meminta tahapan visum dilakukan lebih dulu sebelum keputusan otopsi ditentukan oleh tim dokter forensik.
“Penyidik bilang visum dulu, nanti akan ditanyakan ke dokter apakah bisa lanjut otopsi atau tidak,” jelasnya.
Di sisi lain, Antonius Mangolo, ayah korban, menyampaikan pesan singkat namun tegas kepada Kapolda Sulawesi Utara.
“Usut sampai tuntas, sampai ada keadilan dan kepastian hukum,” katanya.
Laporan resmi keluarga telah diterima Polda Sulut, dan kini proses hukum berada di tangan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum dan tim forensik RS Bhayangkara.(Fry)
