![]() |
| Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat terkait potensi cuaca ekstrem (Foto: Istimewa) |
MANADO, indinews.id - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Roycke Harry Langie kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sulut.
Kapolda meminta masyarakat agar senantiasa memantau informasi peringatan dini cuaca serta mematuhi arahan dan petunjuk aparat di lapangan. Keselamatan menjadi prioritas utama, terutama saat kondisi cuaca tidak bersahabat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi peringatan dini terkini serta mengikuti arahan dan petunjuk aparat di lapangan. Utamakan keselamatan dan hindari aktivitas yang berisiko saat cuaca buruk,” ujar Kapolda, Selasa (6/1/2026).
Ia juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, khususnya di daerah yang rawan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta wilayah perairan dengan potensi gelombang tinggi.
Sebagai langkah antisipasi, Polda Sulut telah menginstruksikan seluruh jajaran di wilayah untuk bersiaga dan melakukan upaya pengamanan guna memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung.
Sebelumnya, pada akhir Oktober 2025, Polda Sulut menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam di Lapangan Presisi Polda Sulut. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sulut sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi bencana di wilayah Sulawesi Utara.
Dalam penegasannya, Kapolda menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat penting mengingat kondisi geografis dan topografi Sulawesi Utara yang beragam dan memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
“Kita ketahui bahwa letak geografis dan topografi Sulut sangat beragam, ada pegunungan, ada lautan, dan areal yang sangat rentan dengan bencana, apalagi Sulut berbatasan dengan wilayah laut lepas,” ucap Kapolda.
Menurutnya, apel kesiapsiagaan merupakan bagian dari tugas kepolisian. Saat bencana terjadi, kepolisian harus hadir untuk melindungi keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat serta menjaga kondisi lingkungan agar tidak mengalami kerusakan lebih lanjut.
“Ini juga merupakan bentuk kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Kapolda menambahkan bahwa bencana alam dapat menimbulkan dampak berantai apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, kesiapsiagaan aparat menjadi hal penting untuk mencegah munculnya bahaya lain di luar dampak langsung bencana alam.
(sab)
