Notification

×

Kinerja TP2DD Sangihe Tunjukkan Tren Positif, Peringkat Melonjak Tajam

31 Januari 2026 | Januari 31, 2026 WIB Last Updated 2026-01-31T04:23:22Z

 

Bank Indonesia menggelar HLM TPID dan TP2DD bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe (Foto: Istimewa)



TAHUNA, indinews.id – Kinerja digitalisasi transaksi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Kepulauan Sangihe menunjukkan hasil positif. 


Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Joko Supratikto saat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (30/1/2026).


"Daerah ini berhasil mempertahankan predikat “Digital” pada penilaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) semester I-2025, sekaligus mencatat lonjakan peringkat Championship TP2DD dari posisi 40 pada 2024 menjadi peringkat 17 pada 2025," tutur Joko


Menanggapi capaian tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Melanchton Herry Wolf menegaskan bahwa persoalan kemiskinan saat ini menjadi perhatian bersama di Sulut. Kondisi tersebut dinilai berkaitan erat dengan dinamika pertumbuhan ekonomi serta inflasi daerah.


"Pemerintah daerah juga terus memperkuat langkah digitalisasi transaksi. Melalui Sekretariat Daerah dan Badan Keuangan, dua pilot project telah disiapkan sebagai tahap awal penerapan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD),"ujarnya.


Ke depan, dukungan dari Bank SulutGo (BSG) diharapkan segera terealisasi agar program tersebut dapat diperluas dan diikuti oleh perangkat daerah lainnya.


Dalam forum diskusi, Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto menyampaikan penguatan akses internasional melalui kebijakan direct call, khususnya dengan Tiongkok, dinilai strategis mengingat posisi Sulut yang terletak di sisi utara Indonesia.


Kebijakan tersebut diyakini mampu meningkatkan potensi Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai pemasok komoditas perkebunan, termasuk kelapa. 


"Selain itu, kembali ditekankan perlunya mendorong penetrasi QRIS pada layanan publik guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menaikkan pajak maupun retribusi," kata Joko.


Melalui upaya ini, sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia diharapkan semakin kuat dalam menjaga stabilitas harga serta mempercepat digitalisasi perekonomian di Kabupaten Kepulauan Sangihe.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close