MAKASSAR, indinews.id - Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) bersama Komite Audit serta Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko melaksanakan kegiatan management walkthrough di Rumah Sakit Otak dan Jantung Pertamina Makassar Royal Biringkanaya, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat fungsi pengawasan serta memastikan keselarasan strategi bisnis di seluruh entitas Pertamina Group.
Management walkthrough tersebut dipimpin Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Condro Kirono dan diikuti anggota Komite Audit Mohammad Imran Zulkarnain Duki serta Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko Muhammad Arfan.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga, Pertamina Bina Medika IHC, serta direksi Rumah Sakit Otak dan Jantung Pertamina Makassar.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya penguatan sektor layanan kesehatan sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Melalui Pertamina Bina Medika IHC, Pertamina terus mendorong pengelolaan rumah sakit yang profesional, berdaya saing, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Komisaris Independen Condro Kirono menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan dan pengalaman pasien sebagai faktor utama daya saing rumah sakit.
“RSOJ perlu memastikan pemanfaatan teknologi serta peralatan medis terbaik, sekaligus mampu menghadirkan pengalaman pasien yang unggul agar semakin dipercaya dan dikenal masyarakat,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa sektor layanan kesehatan memiliki peluang pengembangan yang besar, seiring meningkatnya kebutuhan layanan pemeriksaan kesehatan dari berbagai mitra kerja, baik dari lingkungan Pertamina maupun sektor lainnya.
Sementara itu, anggota Komite Audit Mohammad Imran Zulkarnain Duki mengapresiasi kinerja operasional rumah sakit. Ia menilai tingkat hunian pasien yang cukup tinggi mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.
“Ini menjadi indikator positif, meskipun lokasi rumah sakit tidak berada di pusat kota,” katanya.
Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko Muhammad Arfan menambahkan bahwa bisnis rumah sakit merupakan sektor yang berkelanjutan dalam jangka panjang apabila reputasi layanan terus dijaga.
Ia mengapresiasi capaian tingkat hunian tempat tidur yang tinggi serta melihat potensi besar pengembangan RSOJ, mengingat layanan otak dan jantung masih terbatas di wilayah Indonesia Timur.
“Kedekatan lokasi rumah sakit dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjadi nilai tambah strategis yang dapat mendukung pengembangan layanan ke depan,” ujarnya.
Direktur Komersial Pertamina Bina Medika IHC menyampaikan komitmen untuk terus memperkuat RSOJ Pertamina Makassar sebagai pusat rujukan layanan otak dan jantung di kawasan Indonesia Timur.
“Kami terus meningkatkan teknologi medis, kompetensi sumber daya manusia, serta mengembangkan layanan unggulan agar RSOJ dapat berkontribusi optimal bagi sistem kesehatan nasional,” katanya.
Melalui kegiatan management walkthrough ini, Pertamina menegaskan komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik sekaligus mendukung pemerataan akses dan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
(sab)
