![]() |
| Konferensi pers penetapan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS periode reguler, Kamis (22/1/2026) (Foto: Istimewa) |
JAKARTA, indinews.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memaparkan sejumlah program strategis yang akan dijalankan pada tahun 2026. Paparan tersebut disampaikan dalam konferensi pers penetapan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS periode reguler, Kamis (22/1/2026).
Program strategis yang disiapkan antara lain akselerasi persiapan program penjaminan polis asuransi agar dapat diimplementasikan pada tahun 2027.
Selain itu, LPS juga merancang penguatan sistem teknologi informasi bagi Bank Perkreditan Rakyat guna meningkatkan ketahanan dan tata kelola lembaga keuangan.
LPS turut menyiapkan berbagai program peningkatan literasi keuangan dan pemahaman mengenai penjaminan. Program ini menyasar penurunan jumlah masyarakat Indonesia yang belum memiliki rekening bank.
Pelaksanaannya dirancang secara inklusif, intensif, dan kolaboratif bersama lembaga-lembaga anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan, kementerian dan lembaga terkait, serta pelaku industri keuangan.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi transformasi lembaga.
“Tahun 2026 merupakan lompatan besar bagi LPS. Kami akan menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menjadi lembaga resolusi yang terdepan dan terpercaya di kawasan regional dalam melaksanakan penjaminan serta resolusi bank dan perusahaan asuransi, guna memelihara stabilitas sistem keuangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
(sab)
