![]() |
| Petugas karantina memeriksa komoditas pangan di salah satu pelabuhan di Sulawesi Utara menjelang Ramadan (Foto: Istimewa) |
MANADO, indinews.id - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulawesi Utara (Sulut) memperketat pengawasan terhadap arus komoditas di seluruh pintu masuk dan keluar wilayah selama Ramadan hingga Idulfitri.
Pengawasan dilakukan di pelabuhan laut dan bandara guna memastikan keamanan bahan pangan yang beredar di masyarakat.
Kepala Karantina Sulut, Agus Mugiyanto, menjelaskan bahwa peningkatan pengawasan dilakukan seiring tren lonjakan distribusi bahan pangan pada periode Ramadan hingga Lebaran.
"Frekuensinya naik sebesar 770 kali pengiriman dari bulan biasa 470 kali atau naik 63,83 persen," ujar Agus Mugiyanto, Sabtu (21/2/2026).
Ia menyebut, berdasarkan data sistem Best Trust pada Ramadan 2025, volume pengiriman sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Telur tercatat mencapai 746 ton dari rata-rata bulanan 592 ton atau meningkat 26,01 persen. Komoditas daging sapi juga meningkat dari 13,82 ton menjadi 14,78 ton atau naik 6,94 persen, dengan frekuensi pengiriman bertambah dari 27 menjadi 43 kali.
Selain jalur logistik reguler, petugas karantina juga mewaspadai barang bawaan penumpang kapal laut yang meningkat menjelang arus mudik.
"Pejabat karantina di lapangan secara konsisten melakukan pemeriksaan berlapis terhadap setiap komoditas," tambahnya.
Menurut Agus, penguatan pengawasan merupakan bagian dari komitmen Badan Karantina Indonesia dalam menjaga biosekuriti nasional. Pemeriksaan difokuskan pada pencegahan masuknya Hama Penyakit Hewan Karantina, Hama Penyakit Ikan Karantina, serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina.
Petugas karantina tetap menjalankan layanan 24 jam setiap hari, namun intensitas pemeriksaan fisik dan dokumen ditingkatkan selama musim hari besar keagamaan.
"Karantina Sulut selalu siap siaga, dan sepanjang Ramadhan hingga Idulfitri nanti, tugas ini kami perkuat lagi. Kami ingin masyarakat merasa tenang bahwa bahan pangan yang dilalulintaskan antarpulau, untuk keperluan sahur dan berbuka telah melalui pemeriksaan karantina yang ketat," ujarnya.
Pengawasan dilakukan di sejumlah titik strategis, di antaranya Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Pelabuhan Manado, Bitung, Tahuna, Siau, dan Melonguane.
"Lonjakan lalu lintas komoditas di pelabuhan dan bandara tidak boleh melonggarkan standar biosekuriti. Kami pastikan seluruh komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang melintas telah melalui pemeriksaan karantina yang ketat demi keamanan pangan nasional," pungkasnya.
Karantina Sulut menegaskan bahwa langkah ini akan terus dilakukan hingga puncak arus mudik dan arus balik Lebaran untuk menjamin distribusi pangan tetap aman, sehat, dan bermutu bagi masyarakat.
(sab)
