Notification

×

BPJS Kesehatan Siapkan Layanan dan Posko Mudik JKN Selama Libur Lebaran 2026

10 Maret 2026 | Maret 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-09T17:03:23Z

 

BPJS Kesehatan siap memberikan layanan informasi kepada peserta JKN di Posko Mudik guna memastikan akses layanan kesehatan tetap tersedia selama perjalanan Lebaran (Foto: Istimewa)


JAKARTA, indinews.id - BPJS Kesehatan memastikan layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap berjalan optimal selama periode libur Lebaran 2026. 


Berbagai skema pelayanan disiapkan agar peserta tetap dapat mengakses layanan kesehatan maupun administrasi kepesertaan, termasuk bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.


Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan kemudahan akses layanan JKN harus tetap dirasakan masyarakat kapan pun dan di mana pun, termasuk saat momentum mudik Lebaran yang menjadi tradisi tahunan di Indonesia.


Menurutnya, BPJS Kesehatan tetap membuka layanan tatap muka di kantor cabang pada 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 waktu setempat.


Momentum mudik Lebaran kata Prihati Pujowaskito tidak boleh menjadi penghalang bagi peserta untuk memperoleh pelayanan kesehatan. 


"BPJS Kesehatan memastikan layanan Program JKN tetap dapat diakses dengan mudah, sehingga masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan tenang karena perlindungan kesehatannya tetap terjamin,” ujar Prihati, Senin (9/3/2026).


Selain itu, BPJS Kesehatan juga menyiapkan Posko Mudik di sejumlah titik strategis guna memberikan layanan informasi, konsultasi, hingga bantuan bagi peserta JKN selama perjalanan mudik.


Posko tersebut beroperasi pada 13–16 Maret 2026 di beberapa lokasi, antara lain Pelabuhan Merak di Banten, Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur, Rest Area Tol 88A Cipularang di Purwakarta, Rest Area Tol 166A Cipali di Majalengka, Rest Area Tol 429A Ungaran di Semarang, Rest Area Tol 519A Masaran di Sragen, Terminal Purabaya di Sidoarjo, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar.


“Kehadiran Posko Mudik BPJS Kesehatan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik sekaligus mempermudah peserta memperoleh informasi terkait layanan Program JKN selama perjalanan,” kata Prihati.


Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menyebutkan peserta juga dapat memanfaatkan berbagai layanan digital selama periode libur Lebaran. 


Salah satunya melalui Aplikasi Mobile JKN yang menyediakan berbagai layanan administrasi kepesertaan secara mandiri.


Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat melakukan perubahan data, mengganti fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), hingga mengakses layanan administrasi lainnya tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.


Akmal juga mengimbau peserta untuk memastikan status kepesertaan tetap aktif sebelum melakukan perjalanan mudik.


“Kami mengimbau peserta untuk memastikan status kepesertaannya aktif sebelum melakukan perjalanan mudik. Peserta juga dapat memanfaatkan berbagai kanal pembayaran yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk membayar iuran maupun melunasi tunggakan,” ujar Akmal.


Di sisi lain, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, menegaskan bahwa peserta tetap dapat mengakses layanan kesehatan meskipun berada di luar daerah domisili.


Menurutnya, apabila fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat peserta terdaftar sedang tutup atau peserta berada di luar kota, layanan tetap bisa diperoleh di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan lainnya yang sedang beroperasi.


“Informasi mengenai fasilitas kesehatan yang tetap beroperasi selama periode libur Lebaran dapat diakses melalui Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan (Aplicares), sehingga peserta dapat mengetahui lokasi fasilitas kesehatan terdekat,” jelas Abdi.


BPJS Kesehatan juga memastikan pelayanan bagi peserta dengan penyakit kronis tetap berjalan, termasuk bagi peserta Program Rujuk Balik (PRB). Peserta dapat tetap memperoleh obat kronis di rumah sakit maupun di fasilitas kesehatan tingkat pertama sesuai ketentuan yang berlaku.


Selain itu, jaminan layanan kesehatan bagi korban kecelakaan lalu lintas juga tetap diberikan sesuai mekanisme yang berlaku. 


Dalam kasus kecelakaan ganda, biaya pelayanan kesehatan pertama akan dijamin oleh Jasa Raharja hingga batas maksimal Rp20 juta. Apabila biaya perawatan melebihi batas tersebut, selisihnya dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan.


Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Bambang Wibowo, menyatakan rumah sakit di seluruh Indonesia telah mempersiapkan layanan kesehatan bagi peserta JKN selama periode libur Lebaran.


“Rumah sakit tetap menyediakan layanan rawat inap, rawat jalan maupun layanan cuci darah selama periode libur Lebaran. Hal ini juga didukung dengan kehadiran Posko Mudik BPJS Kesehatan yang meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi, menilai momen Lebaran memang membutuhkan kesiapan ekstra dari berbagai pihak, termasuk dalam penyelenggaraan layanan kesehatan.


“Kami tentu tidak ingin ada peserta yang tertolak secara administratif ketika mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Karena itu masyarakat juga perlu memastikan status kepesertaan JKN dalam kondisi aktif sebelum melakukan perjalanan mudik,” katanya.


Tulus juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan mudik, baik fisik maupun mental, karena perjalanan jarak jauh sering kali menimbulkan kelelahan.


“Karena itu masyarakat perlu menjaga kondisi tubuh dengan baik, beristirahat cukup, serta memperhatikan kesehatan mental agar tetap prima selama perjalanan. Kelelahan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe, menyampaikan pihaknya telah melakukan analisis lalu lintas menjelang libur Lebaran 2026 untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan.


“Korlantas Polri telah melakukan analisis lalu lintas untuk periode libur Lebaran 2026 guna mengetahui peluang terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dari berbagai kajian yang dilakukan, faktor human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan,” jelas Sandhi.


Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh saat mudik.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close