MAKASSAR, indinews.id - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Makassar menggelar kegiatan Parenting Class bagi orang tua dan pendamping anak di wilayah Ring 1 perusahaan, Selasa (26/5/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan peran keluarga.
Kegiatan yang berlangsung pada 26 Mei 2026 itu melibatkan sekitar 60 peserta yang terdiri atas orang tua dan pendamping siswa Sekolah Anak Percaya Diri (SAPD).
Program dijalankan bersama Kelompok Puanmakari (Perempuan Mandiri Anak Percaya Diri), komunitas yang aktif mendampingi perempuan dan anak korban kekerasan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pola pengasuhan positif, komunikasi keluarga, hingga pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
Materi disampaikan oleh Psikolog UNICEF Kota Makassar, Amelia Tristiana, M.Si., Psikolog.
Selain sesi materi, peserta juga mengikuti diskusi interaktif untuk berbagi pengalaman terkait tantangan pengasuhan anak di lingkungan keluarga maupun sosial.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman selama kegiatan berlangsung.
Komunitas KITA Bhinneka Tunggal Ika turut hadir dalam kegiatan tersebut dengan berbagi pengalaman mengenai program pemberdayaan perempuan di sejumlah daerah di Indonesia.
Kehadiran komunitas itu diharapkan dapat memperluas wawasan peserta tentang pentingnya penguatan peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga.
Program Parenting Class juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 5 tentang kesetaraan gender, poin 4 mengenai pendidikan berkualitas, serta poin 16 terkait terciptanya lingkungan sosial yang aman dan inklusif.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk lingkungan sosial yang sehat bagi anak.
“Pertamina mendorong program pemberdayaan yang tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pembangunan kualitas sosial masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap para orang tua memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai pola pengasuhan yang positif serta mampu menciptakan ruang yang aman dan suportif bagi perempuan dan anak,” ujar Lilik.
Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas dan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah penting agar program sosial dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kolaborasi bersama komunitas dan stakeholder menjadi langkah penting agar program sosial yang dijalankan dapat memberikan dampak berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat yang membutuhkan pendampingan,” katanya.
Pertamina IT Makassar berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan perempuan dan anak, sekaligus memperkuat fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama dalam pembentukan karakter generasi masa depan.
(sab)
