Notification

×

Targetkan Rp4,6 Triliun, BRI Manado Optimis Tuntaskan Penyaluran KUR 2026 Lebih Awal

11 Mei 2026 | Mei 11, 2026 WIB Last Updated 2026-05-11T17:49:28Z

 

Regional Micro Banking Head BRI RO Manado, Rizki Andhika, saat memaparkan capaian kinerja dan target penyaluran KUR tahun 2026 kepada awak media di Manado, Sulawesi Utara, Senin (11/5/2026). (indinews.id/Subhan).

MANADO, indinews.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office (RO) Manado mematok target optimistis dalam memperkuat permodalan pelaku usaha di daerah. Bank pelat merah ini menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp4,6 triliun dapat dituntaskan sebelum pengujung tahun 2026.


Hingga April 2026, realisasi penyaluran kredit bersubsidi tersebut telah menyentuh angka Rp1,5 triliun. Regional Micro Banking Head BRI RO Manado, Rizki Andhika, menyatakan bahwa tren positif ini mencerminkan tingginya geliat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan sekitarnya.


“Per awal April sudah tersalurkan Rp1,5 triliun. Kami optimistis target Rp4,6 triliun bisa selesai sebelum Desember, bahkan biasanya pada Oktober sudah tercapai,” ujar Rizki saat memberikan keterangan kepada media di Manado.


Meski rasio pinjaman terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) di wilayah Region 16 Manado tergolong tinggi, Rizki menegaskan hal tersebut tidak menyurutkan komitmen BRI dalam menyalurkan pembiayaan. Menurutnya, fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan optimal melalui penghimpunan dana masyarakat yang kemudian diputar kembali menjadi kredit produktif.


“LDR kami memang cukup tinggi, artinya komposisi pinjaman lebih besar dibanding simpanan. Namun, itu bukan berarti kami berhenti mendukung pembiayaan UMKM,” jelasnya.


Guna menjangkau masyarakat di pelosok, BRI memperkuat eksistensinya melalui program Pojok Mantri Desa. Program ini menempatkan tenaga pemasar khusus di tiap desa untuk mengedukasi literasi keuangan sekaligus membentengi warga dari jeratan pinjaman online ilegal maupun rentenir.


Berdasarkan data sektoral, penyaluran KUR di wilayah ini masih didominasi oleh sektor perdagangan dengan porsi 40,7 persen. Sektor pertanian menyusul di urutan kedua dengan kontribusi sebesar 33,13 persen.


Rizki memerinci, komoditas unggulan yang menjadi fokus pembiayaan meliputi jagung dan padi di Gorontalo, kopi dan kakao di Palu, serta cengkeh, pala, kopra, dan perikanan di wilayah Manado.


Selain kucuran modal, BRI juga gencar melakukan pemberdayaan melalui pembentukan klaster usaha. Tercatat hingga Maret 2026, terdapat 1.501 klaster UMKM di bawah naungan BRI RO Manado yang merangkul 20.593 pelaku usaha. Pendampingan ini diperkuat dengan platform digital Link UMKM yang telah digunakan oleh lebih dari 9.136 pengguna.


“Kami tidak hanya menyalurkan KUR, tetapi juga melakukan pendampingan dan pelatihan agar UMKM bisa berkembang dan naik kelas,” imbuh Rizki.


Transformasi ekonomi desa juga menjadi sorotan melalui program Desa Brilian yang kini telah menjangkau 280 desa. Pada tahun ini, BRI menambah 23 desa baru untuk dikembangkan potensi ekonominya secara berkelanjutan.


Saat ini, operasional BRI RO Manado didukung oleh infrastruktur yang masif, mencakup 203 unit kerja, 20 kantor cabang, serta jaringan 12.743 Agen BRILink dan puluhan ribu merchant QRIS yang tersebar di berbagai titik strategis.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close