![]() |
| Kepala DPMPTSP Daerah Provinsi Sulut, Hermina Syaloom Dailly Korompis saat memberikan sambutan, Rabu (17/6/2026). (Indinews.id/Subhan). |
MINAHASA UTARA, indinews.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat strategi peningkatan investasi melalui penyusunan dokumen proyek investasi yang siap ditawarkan kepada calon investor.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kabupaten dan kota bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara.
Kepala DPMPTSP Daerah Provinsi Sulut, Hermina Syaloom Dailly Korompis mengatakan, kegiatan tersebut difokuskan pada penyusunan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO), yakni proposal investasi yang disiapkan secara profesional agar mudah dipahami dan menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Kami menjadi fasilitator bagi DPMPTSP kabupaten dan kota untuk menyusun dokumen IPRO. Proposal investasi yang disusun harus mudah dibaca dan mudah dipahami oleh investor sehingga peluang investasi dapat semakin besar," ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, program serupa yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya telah menunjukkan hasil positif. Sejumlah investor mulai menjajaki peluang investasi di berbagai sektor strategis di Sulawesi Utara, khususnya sektor kelautan dan perikanan di wilayah kepulauan.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa investor telah menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di kawasan sentra kelautan dan perikanan yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe maupun Kabupaten Kepulauan Talaud.
"Lokasi yang kami tawarkan merupakan proyek yang benar-benar siap ditawarkan. Kepastian lahan sudah tersedia dan dokumen pra-studi kelayakan juga telah disiapkan, sehingga investor dapat melihat peluang investasi secara jelas," katanya.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Sulut tengah melakukan penilaian aset pada sejumlah lokasi milik pemerintah yang akan menjadi bagian dari kerja sama investasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian hukum dan nilai aset sebelum penandatanganan nota kesepahaman dengan investor.
Selain menarik investor asing, pemerintah daerah juga mencatat meningkatnya aktivitas investasi dalam negeri sepanjang tahun 2026.
Meskipun realisasi investasi pada triwulan pertama mengalami perlambatan, minat pelaku usaha domestik untuk mengembangkan usaha dinilai masih cukup tinggi.
Beberapa proyek yang sedang berjalan antara lain pembangunan energi baru terbarukan di Kabupaten Minahasa Selatan serta pengembangan kawasan pariwisata di Kabupaten Minahasa Utara.
"Ada proyek energi baru terbarukan yang saat ini masih dalam tahap pembangunan dan diperkirakan mulai beroperasi pada awal tahun 2027. Selain itu, pembangunan resort, hotel, dan restoran di kawasan Likupang juga terus berlanjut," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran sejumlah proyek tersebut memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal serta pengembangan ekonomi daerah.
Dalam mendukung kemudahan berusaha, Pemerintah Provinsi Sulut juga menerapkan sistem perizinan yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.
Regulasi tersebut dinilai memberikan kepastian prosedur dan memperjelas tahapan perizinan melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).
Di sisi lain, pemerintah daerah tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah. Regulasi tersebut akan memuat berbagai bentuk insentif fiskal maupun nonfiskal bagi investor.
"Saat ini pemerintah sedang menyiapkan instrumen yang memberikan kemudahan bagi pelaku usaha. Harapannya, investasi di Sulawesi Utara dapat berkembang lebih lancar dan merata di seluruh wilayah," katanya.
Untuk tahun 2026, pemerintah pusat menetapkan target investasi yang lebih tinggi bagi Sulawesi Utara. Target tersebut meningkat sekitar Rp3 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada kisaran Rp9 triliun.
Meski dihadapkan pada tantangan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar pada awal tahun, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tetap optimistis target investasi dapat tercapai.
"Kami melihat mulai ada sinyal positif. Beberapa pelaku usaha sudah menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal dan kondisi ekonomi menunjukkan perbaikan. Karena itu kami yakin investasi Sulawesi Utara pada tahun ini akan tumbuh lebih baik," ujarnya.
(sab)
