MINAHASA UTARA, indinews.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulut menggelar kegiatan peningkatan kapasitas penyusunan proposal investasi dalam rangka North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) 2026.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Kepala DPMPTSP Daerah Provinsi Sulut, Hermina Syaloom Dailly Korompis menegaskan bahwa persaingan investasi saat ini semakin ketat sehingga daerah tidak lagi bisa hanya menunggu kedatangan investor.
"Investor mencari daerah yang siap, memiliki data yang akurat, serta memberikan kepastian yang jelas. Karena itu, kapasitas pemerintah daerah sebagai fasilitator investasi harus terus diperkuat," ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, arah pembangunan investasi daerah harus sejalan dengan visi pembangunan Sulawesi Utara 2025–2030, yakni mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Fokus investasi ke depan diarahkan pada penguatan sumber daya manusia, pengembangan agribisnis, serta sektor pariwisata yang didukung regulasi dan inovasi.
Pemerintah juga menekankan pentingnya investasi yang mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusia, memperkuat hilirisasi sektor pertanian dan perikanan, serta membangun ekosistem pariwisata cerdas yang inklusif.
Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa realisasi investasi Sulawesi Utara pada triwulan I tahun 2026 mencapai sekitar Rp2,13 triliun.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan capaian periode yang sama pada tahun sebelumnya yang telah menembus sekitar Rp3 triliun.
"Capaian ini menjadi tanda kewaspadaan bagi kita semua. Kita harus bergerak lebih cepat untuk mengejar target investasi yang telah ditetapkan," katanya.
Untuk meningkatkan daya tarik investasi, pemerintah daerah didorong memetakan potensi strategis yang dapat dikembangkan menjadi proyek nyata dan siap ditawarkan kepada calon investor.
Melalui Regional Investor Relation Unit (RIRU), pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat rantai pasok proyek investasi, meningkatkan kesiapan proyek (project readiness), serta memperkuat peran DPMPTSP sebagai koordinator proyek investasi.
Selain itu, para pemilik proyek juga didorong meningkatkan kemampuan promosi dan negosiasi guna menghasilkan proyek-proyek unggulan yang memenuhi prinsip clean and clear.
Pejabat tersebut mengakui masih terdapat tantangan dalam penyediaan informasi investasi yang dibutuhkan calon investor.
"Banyak investor datang dan bertanya apa yang bisa ditawarkan daerah. Sering kali yang tersedia hanya brosur umum, padahal investor membutuhkan proyek yang benar-benar siap untuk dikerjakan," ujarnya.
Ia menjelaskan, proyek investasi yang layak ditawarkan harus memiliki kejelasan status lahan, didukung studi kelayakan awal, estimasi nilai investasi, serta aspek lingkungan yang telah dipersiapkan.
Pemerintah daerah juga didorong membangun bank data proyek investasi agar calon investor dapat memperoleh informasi yang lengkap dan terukur.
Dalam forum tersebut turut disinggung perkembangan proyek investasi sektor perikanan di Talaud yang disebut telah menarik minat investor asal Tiongkok.
Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan berbagai dokumen pendukung, termasuk proses penilaian aset milik pemerintah yang akan menjadi bagian dari kerja sama investasi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian nilai aset dan meningkatkan kepercayaan investor dalam proses penjajakan maupun realisasi investasi di Sulut.
(sab)
