Notification

×

Kerap Melintasi Jalan Rusak, Pengendara Diminta Perhatikan Kondisi Shockbreaker

29 September 2026 | September 29, 2026 WIB Last Updated 2026-09-28T21:54:10Z
Kondisi suspensi perlu diperiksa secara berkala untuk menjaga kenyamanan dan stabilitas kendaraan.(Dok Istimewa)


MANADO, indinews.id – Jalan berlubang dan permukaan jalan yang tidak rata menjadi tantangan yang kerap ditemui pengendara sepeda motor. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kenyamanan berkendara, tetapi juga membuat sistem suspensi bekerja lebih keras.


Salah satu komponen yang mendapat beban ketika motor melewati jalan rusak adalah shockbreaker. Penurunan kinerjanya pun tidak selalu terlihat secara langsung. Pengendara biasanya justru merasakan perubahan karakter motor ketika dikendarai.


Motor yang terasa lebih keras, muncul bunyi “jedug-jedug”, hingga kendaraan terasa kurang stabil saat melewati permukaan jalan tidak rata merupakan sejumlah gejala yang patut diperhatikan.


Technical Service Dept Head PT Daya Adicipta Wisesa (DAW), Ridwan Marpela, mengatakan perubahan pada karakter berkendara sebaiknya tidak dianggap sebagai kondisi yang wajar dan dibiarkan begitu saja.


“Pengendara biasanya lebih cepat merasakan perubahan pada motor dibandingkan melihat kerusakannya secara langsung. Karena itu, ketika muncul perubahan seperti suspensi terasa lebih keras, terdengar bunyi tidak normal, atau motor terasa limbung, sebaiknya jangan diabaikan dan segera dilakukan pemeriksaan,” ujar Ridwan. Selasa (29/9/2026).


Menurutnya, pemeriksaan suspensi secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi komponen kaki-kaki sepeda motor. Langkah tersebut juga dapat membantu menjaga kenyamanan dan kestabilan kendaraan.


Ketika shockbreaker sudah perlu diganti, penggunaan komponen yang sesuai dengan spesifikasi sepeda motor juga perlu menjadi perhatian. Honda Genuine Parts dirancang berdasarkan spesifikasi dan karakteristik sepeda motor Honda sehingga dapat mendukung performa serta kenyamanan kendaraan.


Perawatan suspensi juga tidak hanya dilakukan dengan mengganti shockbreaker. Oli shock atau Genuine Oil Shock dapat digunakan untuk membantu mempertahankan kinerja sistem peredaman.


Dalam materi edukasi Honda, penggantian oli shock dianjurkan dilakukan setiap 20.000 kilometer atau dua tahun pemakaian. Interval tersebut menjadi salah satu acuan perawatan yang dapat diperhatikan oleh pemilik sepeda motor.


Pengendara juga disarankan tidak menunggu hingga gangguan pada suspensi semakin parah sebelum melakukan pemeriksaan. Gejala yang muncul saat berkendara dapat menjadi tanda awal bahwa komponen suspensi membutuhkan perhatian.


Bagi pengendara yang mulai merasakan motor lebih keras, limbung, atau terdengar bunyi “jedug-jedug” ketika melintasi jalan tidak rata, pemeriksaan dapat dilakukan di AHASS terdekat.


Perawatan berkala oleh teknisi serta penggunaan suku cadang yang sesuai diharapkan dapat membantu menjaga kinerja suspensi, kenyamanan, dan performa sepeda motor tetap optimal.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close