Notification

×

Konektivitas Digital Antarnegara Buka Peluang Baru bagi Pariwisata Sulawesi Utara

30 September 2026 | September 30, 2026 WIB Last Updated 2026-09-29T19:51:32Z

 

Bank Indonesia bersama sejumlah mitra menginisiasi Indonesia Travel Pack dalam rangkaian FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, 26 September 2026.(Dok.Istimewa)



MANADO, indinews.id – Penguatan konektivitas ekonomi dan keuangan digital (EKD) antarnegara dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Utara.


Kemudahan transaksi lintas negara melalui sistem pembayaran digital berpotensi meningkatkan belanja wisatawan mancanegara sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha pariwisata, ekonomi kreatif, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Bank Indonesia bersama sejumlah mitra mendorong upaya tersebut melalui inisiasi Indonesia Travel Pack. 


Program ini diperkenalkan pada hari ketiga Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) di Jakarta International Convention Center (JICC), 26 September 2026.


Inisiasi Indonesia Travel Pack dilakukan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida S. Budiman bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem, serta Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Masruroh.


Indonesia Travel Pack 2026 dikemas dalam bentuk buku elektronik yang memuat informasi destinasi wisata, konektivitas telekomunikasi, hingga pilihan layanan pembayaran bagi wisatawan mancanegara.


Panduan tersebut dapat diakses melalui pemindaian kode QR yang tersedia di sejumlah titik layanan wisata. Kehadiran panduan ini diharapkan membantu wisatawan, terutama dari negara yang belum terhubung dengan layanan QRIS Antarnegara, dalam menentukan metode pembayaran selama berada di Indonesia.


“Indonesia Travel Pack membantu wisatawan dari negara yang belum tercakup dalam layanan QRIS Antarnegara dalam memilih layanan pembayaran yang akan digunakan untuk bertransaksi selama berada di Indonesia,” ujar Aida S. Budiman, dalam keterangan resminya yang diterima Selasa (29/9/2026).


Menurut Aida, penguatan konektivitas pembayaran menjadi penting seiring tingginya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. 


Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 15,39 juta kunjungan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60,23 persen berasal dari negara yang belum tercakup dalam layanan QRIS Antarnegara.


Di sisi lain, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut kemudahan sistem pembayaran dapat memperbesar manfaat ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas wisatawan mancanegara.


“Sinergi Bank Indonesia dalam penguatan sistem pembayaran, Kemkomdigi dalam penyediaan infrastruktur, serta Kemenekraf dalam promosi perdagangan dan pariwisata diperlukan untuk membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM Indonesia,” kata Irene.


Potensi pengembangan transaksi digital lintas negara juga cukup besar di Sulawesi Utara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sulawesi Utara hingga Juli 2026 mencapai 64.651 orang.


Dari jumlah tersebut, sekitar 85,40 persen berasal dari negara yang telah tercakup dalam layanan QRIS Antarnegara. Kondisi ini menjadi peluang untuk memperluas penggunaan pembayaran digital di berbagai destinasi wisata dan pusat kegiatan ekonomi di daerah.


Potensi tersebut terlihat dari transaksi QRIS Antarnegara di Sulawesi Utara yang pada Agustus 2026 mencapai sekitar Rp2,4 miliar.


Capaian itu menunjukkan penggunaan pembayaran lintas negara tidak hanya memberikan kemudahan bagi wisatawan, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, serta usaha yang bergerak di sektor pariwisata untuk menerima pembayaran secara lebih praktis.


Bank Indonesia menilai perluasan akseptasi QRIS Antarnegara di destinasi wisata, pusat kuliner, sektor transportasi, dan sentra UMKM menjadi salah satu langkah yang dapat memperkuat dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan mancanegara.


Dengan basis wisatawan yang sebagian besar telah berasal dari negara yang terhubung dengan QRIS Antarnegara, Sulawesi Utara memiliki ruang untuk terus mengembangkan ekosistem pembayaran digital sekaligus memperkuat keterhubungan antara sektor pariwisata dan ekonomi lokal.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close