Notification

×

Dari Sangihe dan Manado, Julio-Fidelis Membawa Misi Menyalakan Literasi Sulut

3 Oktober 2026 | Oktober 03, 2026 WIB Last Updated 2026-10-04T01:50:40Z

 

Julio Lawendatu dari Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Fidelis Greatania dari Kota Manado terpilih sebagai Putra dan Putri Literasi Sulawesi Utara 2026 dalam grand final di Museum Negeri Sulawesi Utara, Sabtu (3/10/2026).((Indinews.id/Subhan))



MANADO, indinews.id – Ada kebanggaan yang berbeda bagi Julio Lawendatu ketika namanya disebut sebagai Putra Literasi Sulawesi Utara 2026. Perwakilan Kabupaten Kepulauan Sangihe itu kini membawa tanggung jawab lebih besar: menyuarakan pentingnya literasi bagi generasi muda di daerahnya.


Di sisi lain, Fidelis Greatania dari Kota Manado juga merasakan hal serupa. Terpilih sebagai Putri Literasi Sulawesi Utara 2026 membuat perjalanan yang dilaluinya bersama para finalis berujung pada sebuah amanah untuk ikut menghidupkan gerakan literasi di Sulawesi Utara.


Keduanya terpilih setelah melewati rangkaian seleksi dan pembekalan bersama 15 finalis lainnya. Puncaknya berlangsung dalam grand final Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU) 2026 di Museum Negeri Sulawesi Utara, Sabtu (3/10/2026).


Bagi Julio dan Fidelis, gelar tersebut bukan sekadar mahkota atau predikat. Ada pesan yang ikut melekat di baliknya, yakni bagaimana menjadikan literasi sebagai gerakan yang dekat dengan kehidupan anak muda.


Ketua Umum PPLSU, Standius Bara Prima, mengatakan para pemenang diharapkan tidak berhenti pada pencapaian di malam grand final.


"Kita punya semangat baru untuk menyuarakan literasi di Sulawesi Utara, tentunya kita akan ada kampanye literasi di sekolah dan juga kampus dan tentunya setiap generasi wajib membuat karya," ujar Bara.


Menurut Bara, proses yang dijalani para finalis sejak tahap seleksi hingga pembekalan merupakan bagian penting untuk mempersiapkan mereka menjadi penggerak literasi.


Mereka tidak hanya dituntut mampu berbicara tentang buku atau aktivitas membaca, tetapi juga diharapkan mampu mengajak anak-anak muda untuk menciptakan sesuatu melalui pengetahuan yang mereka miliki.


Pesan itu pula yang kini menjadi pekerjaan rumah bagi Julio dan Fidelis.


Dari Sangihe, Julio membawa semangat untuk memperkenalkan literasi lebih luas kepada generasi muda. Sementara Fidelis membawa misi yang sama dari Manado, dengan harapan gerakan tersebut dapat menjangkau lebih banyak sekolah, kampus, dan komunitas.


Bara berharap keduanya mampu menjalankan amanah tersebut dengan konsisten.


"Harapan saya para pemenang nantinya terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi Sulawesi Utara," katanya.


Kemenangan Julio dan Fidelis akhirnya bukan hanya tentang siapa yang berhasil melewati tahapan seleksi. Lebih dari itu, keduanya kini menjadi wajah dari harapan baru gerakan literasi Sulawesi Utara.


Sebab, literasi tidak cukup hanya berhenti pada kemampuan membaca. Literasi juga membutuhkan keberanian untuk menulis, menciptakan karya, berbagi pengetahuan, dan menghadirkan perubahan bagi lingkungan.


Dari dua daerah, Sangihe dan Manado, Julio dan Fidelis kini mendapat kesempatan untuk membawa pesan itu lebih jauh: bahwa setiap generasi memiliki kesempatan untuk membaca, berpikir, berkarya, dan menyalakan perubahan.


(sab)

========


CLOSE ADS
CLOSE ADS
close