Manado, indinews.id - Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Manado, Sulawesi Utara, berangsur normal pada Minggu (18/10/2026). Kondisi tersebut terlihat dari antrean kendaraan yang kembali terkendali dan tidak lagi memanjang hingga ke jalan raya.
Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto bersama Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid dan sejumlah pejabat utama (PJU) melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di wilayah hukum Polresta Manado untuk memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi BBM.
Berdasarkan hasil pemantauan kepolisian, antrean kendaraan di SPBU secara umum berada dalam kondisi normal. Kendaraan yang mengisi BBM hanya mengantre di area halaman SPBU sehingga tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalan umum.
Hasil pendataan di sejumlah SPBU juga menunjukkan bahwa stok BBM, khususnya Pertalite, masih tersedia dalam jumlah bervariasi.
Di SPBU Kombos Timur, misalnya, stok Pertalite tercatat sebanyak 30.806 liter. Sementara itu, SPBU Dendengan Dalam memiliki stok 25.327 liter, SPBU Kairagi 22.000 liter, dan SPBU Kairagi Weru sebanyak 21.101 liter.
Stok Pertalite di SPBU Boulevard tercatat 18.000 liter, SPBU Winangun Atas 17.046 liter, serta SPBU Tateli sebanyak 15.079 liter.
Meski demikian, ketersediaan setiap jenis BBM tidak merata di seluruh SPBU. Sejumlah lokasi tercatat tidak memiliki stok Pertamax maupun jenis BBM tertentu lainnya saat pendataan dilakukan.
Pasokan Ditambah, Distribusi Dipercepat
Normalisasi antrean BBM tersebut turut didukung langkah Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang menambah penyaluran Pertalite sebesar 30 persen dari rata-rata penyaluran harian normal.
Pasokan BBM juga didatangkan melalui kapal tangki ke Integrated Terminal Bitung. Selain itu, operasional Terminal BBM Bitung dilakukan selama 24 jam untuk mempercepat pengiriman BBM ke SPBU.
Upaya lainnya meliputi penambahan operator SPBU, pengerahan petugas marshal untuk mengatur antrean, serta koordinasi dengan jajaran Polsek di wilayah hukum Polresta Manado guna menjaga ketertiban distribusi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mencegah antrean kendaraan kembali meluas ke jalan raya.
Polisi Awasi Penyaluran dan Cegah Penyalahgunaan BBM
Selain memantau ketersediaan stok, jajaran Polresta Manado melalui seluruh Polsek melakukan pengamanan dan pengawasan di SPBU.
Petugas melaksanakan pengaturan lalu lintas, membantu menjaga ketertiban antrean, memberikan imbauan kepada masyarakat, serta berkoordinasi dengan pengelola SPBU terkait kelancaran pelayanan.
Pemeriksaan terhadap kendaraan yang mengantre juga dilakukan untuk mencegah penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi.
Kepolisian juga mengingatkan pengelola SPBU agar mematuhi ketentuan pemerintah dalam penyaluran BBM bersubsidi, sementara masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kepanikan.
Ke depan, Polresta Manado akan melanjutkan pemantauan rutin terhadap stok dan distribusi BBM, meningkatkan deteksi dini terhadap isu yang berpotensi memicu kepanikan masyarakat, serta memperkuat koordinasi dengan Pertamina untuk memastikan kelancaran pasokan.
Satlantas juga akan meningkatkan pengaturan lalu lintas di SPBU yang mengalami kepadatan, sedangkan Satreskrim akan melakukan penegakan hukum apabila ditemukan penyalahgunaan atau penyimpangan dalam pendistribusian BBM.
Patroli Tim Rayon Pantera Sat Samapta turut dilanjutkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di sekitar SPBU.
Dengan kondisi antrean yang berangsur normal dan distribusi yang terus diawasi, kepolisian berharap pelayanan BBM kepada masyarakat di Kota Manado dapat berlangsung lancar, aman, dan tertib.(Jef)