Notification

×

Kredivo Perluas Literasi Keuangan Generasi Muda ke Ambon

7 Oktober 2026 | Oktober 07, 2026 WIB Last Updated 2026-10-07T13:55:13Z

 

Program Generasi Djempolan Kredivo hadir di Ambon dengan memberikan edukasi pengelolaan keuangan kepada mahasiswa Universitas Pattimura.(Dok.Istimewa)

AMBON, indinews.id - Kredivo memperluas edukasi literasi keuangan bagi generasi muda di kawasan Indonesia Timur melalui program Generasi Djempolan. Setelah sebelumnya hadir di sejumlah kota, program yang memasuki tahun keenam tersebut kini untuk pertama kalinya digelar di Ambon, Maluku, dengan menyasar mahasiswa Universitas Pattimura.


Program bertajuk “Jago Atur Keuangan, Siap Hadapi Masa Depan” ini hadir bertepatan dengan momentum Bulan Inklusi Keuangan yang diperingati setiap Oktober. Edukasi tersebut dinilai penting di tengah semakin luasnya penggunaan layanan keuangan digital, termasuk buy now pay later (BNPL).


Berdasarkan data yang disampaikan Kredivo, pembiayaan BNPL di Indonesia mencapai Rp31,56 triliun hingga Juli 2026. Jumlah rekening BNPL juga mencapai 33,55 juta akun pada periode yang sama, tumbuh 33,54 persen secara tahunan.


Kondisi tersebut menunjukkan semakin besarnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital. Namun, peningkatan akses dinilai perlu diikuti kemampuan mengelola keuangan secara bijak agar layanan tersebut tidak justru menimbulkan persoalan finansial.


Chief Marketing Officer Kredivo Indina Andamari mengatakan literasi keuangan merupakan fondasi penting sebelum generasi muda menggunakan layanan keuangan digital.


“Selama enam tahun terakhir, kami percaya bahwa literasi keuangan adalah fondasi utama sebelum generasi muda mengakses layanan keuangan digital,” kata Indina, Rabu (7/10/2026).


Menurut dia, Indonesia Timur memiliki potensi besar dalam perkembangan ekonomi digital karena ditopang populasi usia muda yang cukup besar. 


Karena itu, edukasi literasi keuangan perlu diperluas agar pertumbuhan akses digital berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman masyarakat.


“Indonesia Timur adalah kawasan dengan potensi ekonomi digital yang terus tumbuh dan populasi muda yang besar, sehingga penting bagi kami untuk hadir dan memastikan momentum pertumbuhan ini dibarengi kesiapan literasi yang memadai,” ujarnya.


Ia mengatakan kehadiran Generasi Djempolan di Ambon diharapkan dapat membekali generasi muda agar mampu menjadi konsumen layanan digital yang lebih cerdas dan bertanggung jawab.


“Kali ini, Generasi Djempolan hadir di Ambon untuk membekali generasi muda agar menjadi konsumen digital yang cerdas dan bertanggung jawab. Ke depan, Indonesia Timur juga menjadi wilayah yang kami fokuskan untuk perluasan edukasi literasi,” katanya.


Sejak dimulai pada 2020, Generasi Djempolan telah menyambangi sejumlah kota di Indonesia, di antaranya Makassar, Pontianak, Manado, Kupang, Semarang, Solo, Jakarta, Palu, Banjarmasin, Batam, dan Bandung.


Dalam pelaksanaannya, program tersebut membawa tiga prinsip utama dalam mengelola keuangan, yakni set priority, value over price, dan best of both worlds. 


Set priority menekankan pentingnya menentukan skala prioritas serta batas pengeluaran sesuai kemampuan. Value over price mengajak konsumen melihat manfaat dari sebuah pengeluaran, bukan hanya mempertimbangkan harga. 


Sementara best of both worlds mendorong generasi muda agar memiliki kecakapan teknologi sekaligus kemampuan mengelola keuangan.


Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mencatat 65,7 persen pengguna Kredivo tergolong memiliki literasi keuangan yang baik. 


Rasio utang terhadap pendapatan atau Debt-to-Income Ratio pengguna juga berada pada kisaran 10-19 persen dari total pendapatan.


Laporan yang sama menyebut 57 persen pengguna Kredivo merupakan generasi muda. Sebanyak 51,4 persen pengguna mengaku terbantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan 32,4 persen menggunakannya untuk kebutuhan mendesak.


Jika digunakan secara terencana, layanan PayLater dinilai dapat membantu pengguna mengatur arus kas dan menjadi salah satu akses awal terhadap kredit. Namun, penggunaan yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko kesulitan pembayaran.


Pertumbuhan penggunaan layanan tersebut juga terlihat di Ambon. Jumlah pengguna aktif Kredivo di kota tersebut disebut meningkat hingga 4,5 kali lipat pada 2022-2025. Pengguna didominasi kelompok usia produktif 26-35 tahun.


Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, Evelin Watumlawar, mengatakan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan perlu diberikan sejak mahasiswa mulai belajar mandiri secara finansial.


Menurut Evelin, kemudahan akses layanan keuangan digital harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan pengeluaran, terlebih di tengah maraknya tren YOLO (you only live once) dan FOMO (fear of missing out).


“Generasi muda hari ini punya akses keuangan digital paling luas sepanjang sejarah. Tapi akses tanpa kendali sama saja jebakan. Kuncinya bukan menahan diri dari hidup enak, tapi tahu batas aman untuk kantong sendiri, dan memastikan fintech dipakai untuk membantu, bukan justru membebani,” kata Evelin.


Ia menyarankan mahasiswa menerapkan responsible borrowing dan smart spending dalam kehidupan sehari-hari. Langkah tersebut dapat dimulai dengan memastikan legalitas layanan fintech, menggunakan pinjaman sesuai kebutuhan, menyusun anggaran bulanan, serta memantau arus kas secara rutin.


Mahasiswa juga perlu menerapkan kebiasaan mindful spending dengan membedakan kebutuhan dan keinginan. Selain itu, penggunaan media sosial perlu disikapi secara bijak agar tidak mudah terdorong mengikuti tren konsumsi yang sebenarnya berada di luar kemampuan finansial.


Tanpa pengelolaan yang baik, penggunaan layanan keuangan digital berisiko membuat pengguna kesulitan membayar cicilan dan masuk ke dalam lingkaran utang. 


Karena itu, perluasan inklusi keuangan dinilai harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan finansial, tetapi juga mampu menggunakannya secara bertanggung jawab.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close