![]() |
| Karisma Hasibuan, Seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado, Sabtu (3/10/2026).((indinews.id/Subhan)) |
MANADO, indinews.id – Kegiatan literasi yang menghadirkan bazar buku dan berbagai pertunjukan mendapat apresiasi dari kalangan mahasiswa. Kegiatan semacam ini dinilai penting untuk memperluas akses generasi muda terhadap buku sekaligus menambah wawasan dan pengalaman.
Hal tersebut disampaikan seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima), Karisma Hasibuan yang berkesempatan mengunjungi kegiatan tersebut. Mahasiswi asal Medan itu mengaku tertarik mendatangi bazar buku karena memiliki kegemaran membaca.
“Saya datang ke sini melihat bagian bazar buku, karena saya orangnya suka baca buku. Saya lihat-lihat ada diskon-diskon buku dari Gramedia,” ujarnya, Sabtu (3/10/2026).
Selain buku-buku dari penerbit nasional, ia juga tertarik dengan karya penulis lokal Sulawesi Utara, khususnya buku yang ditulis oleh para penulis asal Bolaang Mongondow.
Menurutnya, karya-karya tersebut memiliki beragam tema yang menarik, mulai dari keagamaan, kehidupan, hingga berbagai persoalan lainnya.
“Buku-bukunya sangat keren, bagus sekali. Mulai dari agama, kehidupan, dan lain-lain,” katanya.
Ia menilai kegiatan yang menggabungkan literasi dengan berbagai aktivitas budaya seperti bazar buku, teater, dan pertunjukan lainnya perlu lebih sering digelar di Sulawesi Utara.
“Perlu sekali! Apalagi saya itu anak rantau yang datang dari Medan, berkuliah di Sulawesi Utara. Menurut saya ini sangat dibutuhkan untuk generasi muda sekarang,” tuturnya.
Ia mengatakan, kegiatan literasi dapat menjadi salah satu sarana bagi anak muda untuk memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman baru. Menurutnya, peningkatan budaya literasi juga sejalan dengan upaya menyiapkan generasi Indonesia menuju 2045.
“Ini bisa membantu generasi muda untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman-pengalaman mengenai literasi untuk menambah literasi mereka menjadi lebih baik, sama dengan tujuan Indonesia tahun 2045 yaitu memperbaiki generasi Indonesia menjadi generasi emas,” ujarnya.
Dari seluruh rangkaian kegiatan yang dikunjungi, bazar buku menjadi bagian yang paling dinantikan. Ia mengaku antusias melihat karya-karya yang dihasilkan penulis muda Sulawesi Utara.
“Saya sangat tunggu-tunggu, yaitu bazar bukunya. Saya lihat karya-karya dari pemuda-pemuda Sulawesi Utara, yaitu tadi yang penulisnya Mongondow,” katanya.
Selain bazar buku, ia juga menantikan pertunjukan teater dan berbagai festival lain yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran ruang yang mempertemukan buku, penulis, mahasiswa, dan masyarakat dapat menjadi momentum untuk membangun ketertarikan generasi muda terhadap literasi serta karya-karya lokal.
(sab)
