Notification

×

Museum Negeri Sulut Jadi Ruang Edukasi Keuangan dan Budaya, Pelajar Diajak Mengenal Sejarah Daerah

10 Oktober 2026 | Oktober 10, 2026 WIB Last Updated 2026-10-10T04:08:10Z

 

Sekprov Sulut, Tahlis Gallang menyampaikan sambutan dalam pembukaan Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Manado, Sabtu (10/10/2026).((Indinews.id/Subhan))






MANADO, indinews.id – Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pembukaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang menggabungkan edukasi keuangan dengan pengenalan sejarah dan budaya daerah. 


Kolaborasi ini diharapkan mendorong masyarakat, khususnya pelajar, memperluas wawasan sekaligus memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.


Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sekprov Sulut), Tahlis Gallang mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo yang memilih museum sebagai lokasi kegiatan pada Sabtu (10/10/2026).


Menurutnya, pemanfaatan museum dalam kegiatan edukasi keuangan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dua aspek penting kepada masyarakat, yakni kecakapan mengelola keuangan dan pemahaman terhadap sejarah serta budaya daerah.


Ia menjelaskan, Museum Negeri Sulawesi Utara selama sebulan terakhir menjadi lokasi berbagai kegiatan yang bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah kepada masyarakat. 


Karena itu, pelaksanaan BIK 2026 di tempat tersebut dinilai sejalan dengan upaya memperluas wawasan generasi muda melalui kegiatan edukatif.


“Selain literasi keuangan yang diperkenalkan kepada masyarakat Sulawesi Utara, juga kepada anak-anak dan siswa kita, juga termasuk mengajak mereka untuk berkunjung ke museum,” ujarnya dalam sambutan.


Ia mengaku bangga karena museum turut menjadi bagian dari kegiatan yang melibatkan industri jasa keuangan, pelajar, dan pemangku kepentingan lainnya. 


Menurutnya, kunjungan ke museum dapat menjadi sarana pembelajaran untuk mengenal lebih jauh identitas daerah.


Ia pun mengajak OJK dan berbagai pihak untuk kembali menggelar kegiatan serupa di museum agar semakin banyak masyarakat yang berkunjung dan mengenal koleksi sejarah serta budaya Sulawesi Utara.


“Mudah-mudahan sering-sering, Pak, mumpung ini masih gratis,” katanya disambut suasana akrab oleh para peserta.


Lebih lanjut, ia berharap keberadaan museum dapat dimanfaatkan sebagai salah satu tujuan edukasi bagi pelajar maupun masyarakat umum. 


Melalui kunjungan tersebut, masyarakat bisa memperoleh gambaran mengenai perjalanan sejarah, keberagaman budaya, dan perkembangan daerah Sulawesi Utara.


Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.


Kegiatan pembukaan BIK 2026 yang diawali dengan olahraga bersama dinilai dapat membangun semangat kebersamaan sekaligus mendorong gaya hidup sehat.


Ia menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut memberikan manfaat menyeluruh bagi para peserta, mulai dari kesehatan fisik hingga kemampuan mengelola kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.


“Bukan hanya tubuh yang sehat kita harapkan ke depan, jiwa juga sehat, dan paling utama isi dompet juga sehat, Pak,” ujarnya, yang disambut tawa peserta.


Pembukaan BIK 2026 di Sulawesi Utara diawali dengan kegiatan zumba bersama, kemudian dilanjutkan dengan agenda edukasi dan kunjungan ke Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara. 


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan sekaligus meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap sejarah dan budaya daerah.


Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan, dan pengelola museum, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi model edukasi yang menggabungkan literasi keuangan dengan pembelajaran budaya. 


Dengan demikian, pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan uang, tetapi juga semakin mengenal warisan sejarah daerahnya.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close