Notification

×

PGE Lahendong Perkuat Konservasi Yaki dan Kembangkan Agroforestri Aren

1 Oktober 2026 | Oktober 01, 2026 WIB Last Updated 2026-10-01T03:42:46Z

 

PGE Area Lahendong memperkuat konservasi biodiversitas melalui perlindungan monyet Yaki serta pengembangan agroforestri aren di wilayah sekitar operasionalnya.(Dok.Istimewa)

TOMOHON, indinews.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong, Sulawesi Utara, memperkuat upaya pelestarian keanekaragaman hayati melalui perlindungan monyet Yaki (Macaca nigra) dan pengembangan agroforestri aren.


Program tersebut menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan di wilayah operasi PGE Area Lahendong dengan memadukan perlindungan ekosistem, konservasi satwa endemik, serta pemanfaatan potensi ekonomi masyarakat.


Yaki merupakan primata endemik Sulawesi yang berstatus Critically Endangered (CR) dan termasuk satwa dilindungi. 


Berdasarkan hasil survei dan pengamatan lapangan, PGE mencatat keberadaan sembilan individu Yaki yang kemudian memasuki tahap habituasi di Hutan Rurukan sebelum dilakukan pelepasliaran.


Konservasi Yaki juga dijalankan melalui program Lestari Manimpang dengan tema “Mapalus Torang Lestarikan dan Lindungi Monyet Yaki”. 


Berdasarkan data program tersebut, terdapat lima individu Yaki yang teridentifikasi pada area sekitar 6,94 hektare.


Selain konservasi fauna, PGE Area Lahendong mengembangkan SEGARIS PELANGI atau Strategi Pengembangan Industri Gula Aren Berbasis Agroforestri dan Pemanfaatan Langsung Panas Bumi.


Program ini mengembangkan tanaman aren menggunakan pendekatan agroforestri. Pola tersebut tetap mempertahankan naungan dan vegetasi alami hutan sehingga pemanfaatan lahan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga fungsi ekologis kawasan.


Berdasarkan Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan (DRKPL), program SEGARIS PELANGI mencatat sebanyak 789 individu tanaman aren pada lahan seluas 6,7 hektare.


General Manager PGE Area Lahendong Yanuaris Dwi Cahyono mengatakan, upaya konservasi di wilayah operasi perlu disesuaikan dengan kondisi ekosistem setempat serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan.


“Konservasi di wilayah Lahendong kami lakukan dengan melihat kondisi lingkungan dan potensi yang ada di sekitar wilayah operasi. Kami terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar upaya perlindungan ekosistem dan satwa dapat berjalan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Yanuaris, Senin (1/10/2026).


Sementara itu, Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan pengembangan energi panas bumi perlu berjalan berdampingan dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.


“Pengembangan panas bumi perlu melihat konteks ekologis dan sosial di setiap wilayah operasi. Bagi PGE, keberlanjutan merupakan bagian dari bagaimana kami menjalankan operasional dan mengembangkan potensi panas bumi dengan tetap memperhatikan perlindungan keanekaragaman hayati serta manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” kata Ahmad Yani.


Melalui program konservasi Yaki dan pengembangan agroforestri aren, PGE Area Lahendong berupaya mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan keterlibatan masyarakat dan pengembangan potensi ekonomi lokal.


Upaya tersebut diarahkan agar aktivitas di sekitar wilayah operasi tetap memperhatikan karakteristik ekosistem setempat, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat dari potensi yang tersedia secara berkelanjutan.


(sab)


CLOSE ADS
CLOSE ADS
close