Notification

×

Sulawesi Utara Inflasi 3,53 Persen pada September 2026, Harga Cabai hingga Tomat Melonjak

2 Oktober 2026 | Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T05:56:30Z

 

Pedagang menjual aneka komoditas pangan di pasar tradisional di Sulawesi Utara. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan menjadi salah satu faktor pendorong inflasi pada September 2026.(Dok.Istimewa).



MANADO, Indinews.id - Sulawesi Utara mencatat inflasi sebesar 3,53 persen pada September 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.


Berdasarkan data inflasi September 2026, inflasi tahun kalender atau periode Januari hingga September mencapai 7,35 persen. Sementara itu, secara tahunan, inflasi Sulawesi Utara tercatat sebesar 7,59 persen.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara Watekhi, mengatakan, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama yang mendorong inflasi pada September 2026. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain cabai rawit, tomat, cabai merah, ikan selar atau ikan tude, serta kangkung.


"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan. Kelompok tersebut mengalami kenaikan harga sebesar 9,85 persen," ujar Watekhi, Kamis (1/10/2026).


Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, beberapa barang dan jasa justru mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi. Komoditas tersebut meliputi angkutan udara, bawang putih, minyak goreng, sabun detergen bubuk, dan emas perhiasan.


Pergerakan harga komoditas pangan tersebut turut memengaruhi perkembangan inflasi Sulawesi Utara sepanjang September 2026.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close