Notification

×

Kinerja LPS 2025 Solid, Pembayaran Klaim Nasabah Kian Cepat

22 Januari 2026 | Januari 22, 2026 WIB Last Updated 2026-01-22T14:29:52Z

 

Konferensi pers Lembaga Penjamin Simpanan terkait penetapan Tingkat Bunga Penjaminan dan kinerja LPS tahun 2025 di Jakarta (Foto: Istimewa)

JAKARTA, indinews.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dalam menjalankan peran menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. 


Sejak berdiri hingga saat ini, LPS telah melakukan resolusi bank melalui likuidasi terhadap 1 bank umum, 130 Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan 16 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). 


Selain itu, LPS juga melakukan penempatan modal sementara pada 1 bank umum serta konversi modal atau bail-in pada 1 BPR.


Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, mengatakan seluruh bank yang beroperasi di Indonesia, baik bank umum maupun BPR, merupakan peserta program penjaminan LPS. Menurutnya, setiap proses resolusi bank dilaksanakan secara cepat dan efektif.


“Dari waktu ke waktu, pembayaran klaim kepada nasabah penyimpan semakin cepat. Saat ini, rata-rata waktu pembayaran klaim pertama kali sejak bank dicabut izin usahanya telah mencapai lima hari kerja. Ini jauh lebih cepat dibandingkan lima tahun lalu yang masih memerlukan waktu hingga 14 hari kerja,” ujarnya dalam konferensi pers penetapan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS periode reguler, Kamis (22/1/2026).


Dari sisi keuangan, kinerja neraca LPS menunjukkan pertumbuhan yang solid. Total aset LPS pada tahun 2025 meningkat 13,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp276,2 triliun (unaudited). Pada periode yang sama, LPS membukukan surplus sebesar Rp33,8 triliun atau tumbuh 13,8 persen secara tahunan.


Cadangan Penjaminan LPS juga meningkat 13,3 persen menjadi Rp213,4 triliun. Capaian tersebut mencerminkan penguatan kapasitas keuangan LPS dalam menghadapi potensi risiko pada sektor perbankan nasional.


Dalam mendukung perekonomian nasional, LPS turut berkontribusi melalui pembayaran pajak sebesar Rp3 triliun sepanjang 2025, meningkat 15,3 persen dibandingkan tahun 2024. Selain itu, LPS juga meningkatkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) menjadi Rp51,4 triliun atau naik 8,4 persen secara tahunan.


Di bidang sosial, LPS melalui program LPS Peduli menyalurkan bantuan tanggap bencana, termasuk untuk penanganan banjir di wilayah Sumatra. Total nilai bantuan sosial yang disalurkan sepanjang 2025 mencapai Rp1,4 miliar sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat terdampak bencana.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close