Notification

×

Indosat Bawa Startup Perempuan Indonesia Ekspansi ke Asia Tenggara Lewat Program SheHacks di Vietnam

10 Maret 2026 | Maret 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-10T13:35:28Z

 

Founder startup perempuan Indonesia peserta program SheHacks MVP Accelerator 2025 mengikuti rangkaian Global Market Benchmarking Trip di Ho Chi Minh City, Vietnam (Foto: Istimewa)

Ho Chi Minh City, indinews.id - Program pemberdayaan perempuan berbasis teknologi milik Indosat Ooredoo Hutchison, SheHacks, memperluas jangkauan internasional dengan membawa sejumlah startup perempuan Indonesia mengikuti Global Market Benchmarking Trip ke Vietnam. 


Program ini menjadi langkah strategis untuk membuka akses pasar baru sekaligus memperkuat jejaring inovasi di kawasan Asia Tenggara.


Kegiatan yang berlangsung di Ho Chi Minh City pada 9 Maret 2026 tersebut menghadirkan lima startup terbaik dari program SheHacks MVP Accelerator 2025. 


Kelima startup itu bergerak di berbagai sektor prioritas digital di Indonesia, mulai dari kesehatan, teknologi inklusif, kecerdasan artifisial, pemasaran digital, hingga edukasi berbasis teknologi.


Startup yang terlibat antara lain DoctorTool yang mengembangkan ekosistem digital berbasis AI untuk fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga medis, dan pasien. 


Selain itu ada Hear Me yang menghadirkan solusi komunikasi inklusif bagi komunitas Teman Tuli.


Kemudian terdapat Serenic.ai yang mengembangkan AI klinis untuk membantu otomatisasi administrasi rumah sakit, seperti optimalisasi klaim dan pencatatan rekam medis melalui percakapan dokter dan pasien. 


Ada pula Katalis AI yang menyediakan solusi pemasaran digital berbasis kecerdasan artifisial dan analitik data, serta Lunar Interactive yang menghadirkan sistem gamifikasi untuk pembelajaran keterampilan berbicara bahasa asing.


Selama kunjungan tersebut, para pendiri startup mengikuti berbagai agenda terstruktur yang dirancang untuk membuka peluang investasi, menjalin kolaborasi pasar, serta bertukar wawasan bisnis dengan para pelaku ekosistem teknologi di Vietnam. 


Program ini juga menghadirkan sesi mentoring bersama para praktisi guna memperkuat pengembangan produk dan model bisnis startup.


Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan program ini bertujuan membuka peluang yang lebih luas bagi perempuan Indonesia untuk berperan di ekonomi digital global.


Program ini kata dia dirancang untuk menghadirkan peluang nyata bagi perempuan Indonesia di ekonomi digital global, sekaligus mencerminkan komitmen Indosat dalam memberdayakan Indonesia secara inklusif, di mana perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa. 


"Melalui kolaborasi lintas negara, penguatan jejaring institusi, dan akses ke investor, SheHacks memperluas dampaknya dari Indonesia ke Asia Tenggara. Kami ingin para founder perempuan membangun koneksi yang kuat dengan ekosistem digital global, mengakses peluang pendanaan, dan mengubah inovasi mereka menjadi solusi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat," tuturnya,


Sepanjang kegiatan, program ini mencatat sejumlah capaian penting. Tercatat ada 51 sesi business matching yang mempertemukan startup dengan berbagai pemangku kepentingan. 


Para peserta juga mengikuti mentoring intensif bersama pakar kecerdasan artifisial, strategi bisnis, aspek hukum, ekonomi, hingga pengembangan komunitas.


Selain itu, SheHacks juga membuka koneksi dengan berbagai pihak di Vietnam, termasuk enam investor, enam lembaga pemerintah, serta sembilan calon mitra potensial dalam ekosistem inovasi setempat. Jaringan tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi kerja sama lintas negara yang berkelanjutan.


Program ini turut melibatkan sejumlah institusi penting di Vietnam, seperti Department of Science & Technology (DOST), Startup & Innovation Hub (SIHUB), HCMC Innovation Department, Business Startup Support Centre (BSSC), serta Investment & Trade Promotion Center (ITPC). 


Keterlibatan berbagai lembaga tersebut membuka peluang bagi startup Indonesia untuk mendapatkan akses pasar dan proses soft landing di Vietnam.


Melalui kegiatan ini, SheHacks dinilai tidak hanya berfungsi sebagai inkubator inovasi, tetapi juga menjadi platform pemberdayaan perempuan yang mampu membangun koneksi global secara nyata. 


Para pendiri startup memperoleh kesempatan untuk mempelajari regulasi bisnis di Vietnam, menilai potensi ekspansi, serta menyesuaikan model bisnis dengan karakter pasar Asia Tenggara.


Dalam rangkaian agenda lainnya, para founder juga mengikuti sesi featured events bersama Do Ventures dan DMZ Ventures. 


Forum tersebut menjadi kesempatan penting untuk mempresentasikan inovasi mereka, berdiskusi langsung dengan investor, serta memperluas eksposur startup Indonesia di tingkat internasional.


Kunjungan ini sekaligus menunjukkan bahwa startup yang dipimpin perempuan dari Indonesia memiliki potensi kuat untuk bersaing di pasar global apabila didukung oleh ekosistem yang tepat.


Indosat menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi langkah awal untuk memperluas program SheHacks di berbagai negara Asia. Program di Vietnam diharapkan dapat menjadi model kolaborasi bagi pengembangan ekosistem inovasi perempuan yang lebih inklusif, tangguh, dan kompetitif di kawasan.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close