Notification

×

Sinergi BI dan Pemprov, Hijrah Sulut Fest 2026 Dorong Inklusivitas Ekonomi Daerah

1 Maret 2026 | Maret 01, 2026 WIB Last Updated 2026-02-28T17:57:21Z
Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulut, Darwin Muksin saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Hijrah Sulut Fest 2026 di Atrium Mega Mall, Manado (Foto indinews/Subhan)


MANADO, indinews.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah melalui penyelenggaraan Hijrah Sulut Fest 2026 yang digelar di Atrium Mega Mall, Manado, Sabtu (28/2/2026). 


Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas ekosistem industri halal dan ekonomi inklusif di daerah.


Dalam sambutan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus yang dibacakan oleh Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulut, Darwin Muksin, Pemerintah Provinsi Sulut menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sulut serta seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulut, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan mitra strategis yang telah membangun sinergi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional maupun daerah.


Ia menjelaskan, Hijrah Sulut Fest 2026 mengusung visi besar yang menitikberatkan pada nilai halal, inklusif, serta semangat Ramadan. Konsep tersebut dinilai sejalan dengan prinsip ekonomi syariah yang mengedepankan keadilan, transparansi, dan kemanfaatan bagi masyarakat luas.


“Ekonomi syariah bukan sekadar sistem keuangan, melainkan sistem yang menempatkan keadilan sebagai fondasi utama. Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Sulut dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” katanya.


Pemerintah Provinsi Sulut juga menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan ekosistem industri halal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 


Sertifikasi halal dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global.


“Kita ingin produk-produk UMKM Sulut tidak hanya unggul dari segi kualitas dan cita rasa, tetapi juga memiliki jaminan halal. Ini bukan semata aspek religius, melainkan strategi peningkatan daya saing,” ungkapnya.


Penerapan halal value chain dari hulu hingga hilir, lanjutnya, menjadi fondasi dalam membangun sistem ekonomi yang profesional, terpercaya, dan berkelanjutan. 


Ia berharap produk-produk daerah dapat menjadi simbol kualitas yang bersih, sehat, dan baik bagi seluruh masyarakat.


Selain itu, konsep ekonomi syariah juga ditekankan sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab terhadap lingkungan. 


Pemerintah daerah mendorong penerapan ekonomi hijau yang beretika dan tidak merusak sumber daya alam demi keuntungan jangka pendek.


“Kita tidak ingin pertumbuhan ekonomi mengorbankan masa depan generasi mendatang. Kemandirian daerah akan terwujud ketika masyarakat mampu mengelola potensi daerahnya secara amanah dan bermartabat,” tuturnya.


Hijrah Sulut Fest 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat inklusivitas ekonomi serta memperluas akses pembiayaan yang adil bagi pelaku usaha kecil di Sulut.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close