![]() |
| Penyaluran bantuan telur oleh Alfamidi kepada balita di Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur, sebagai bagian dari program pencegahan stunting, Selasa (21/4/2026). (Dok. Humas Alfamidi). |
MINAHASA, indinews.id - Upaya pencegahan stunting terus digencarkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Alfamidi menyalurkan bantuan 3.000 butir telur kepada 50 balita di Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Selatan, pada Selasa (21/4/2026).
Bantuan tersebut disalurkan masing-masing kepada 25 balita di Desa Tateli Tiga, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, serta 25 balita di Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan.
Program bertajuk Protein Cegah Stunting ini dirancang untuk mendukung pemenuhan gizi anak usia dini. Setiap balita menerima 60 butir telur per bulan atau setara dua butir per hari. Program ini akan berlangsung selama enam bulan.
Konsumsi telur secara rutin dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan protein anak, sehingga berkontribusi dalam menekan risiko stunting serta mendukung pertumbuhan fisik yang optimal.
Dalam keterangan resminya yang diterima Senin (27/4/2026), Branch Manager Alfamidi Manado, Achmad Basuki, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan program yang berfokus pada kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.
“Kami ada kegiatan posyandu, dan kali ini ada pemberian telur. Bantuan telur ini tidak hanya sekali tapi kami akan berikan selama enam kali. Harapannya dapat berdampak pada pertumbuhan anak,” jelasnya.
Lurah Pondang, Gamaril Gani, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. “Tentunya kegiatan ini sangat membantu kami pemerintah khususnya di kelurahan Pondang dalam pencegahan stunting,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka stunting sejak dini.
“Kami sangat terbantu, karena ada keterlibatan Alfamidi membantu anak-anak kami dalam pencegahan stunting,” katanya.
Melalui program ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat semakin memperkuat upaya penanganan stunting di daerah.
(sab)
