![]() |
| Warga melakukan transaksi menggunakan QRIS di stan UMKM binaan BI Sulut saat Paskah Nasional 2026 di kawasan Pohon Kasih, Megamas, Manado (Foto: Istimewa) |
MANADO, indinews.id - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat sebanyak 8.396 transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) selama pelaksanaan Paskah Nasional 2026 di kawasan Pohon Kasih, Megamas, Manado.
Perayaan yang dihadiri puluhan ribu jemaat tersebut tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga mendorong percepatan ekonomi digital di daerah. Aktivitas transaksi digital meningkat signifikan hanya dalam satu hari pelaksanaan.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, serta Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus.
Kehadiran para tokoh ini memperkuat posisi Paskah Nasional sebagai ajang strategis, baik secara spiritual, sosial, maupun ekonomi.
Dalam kegiatan itu, KPwBI Sulut juga melibatkan 15 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan melalui pameran produk kuliner dan ekonomi kreatif.
Salah satu program yang menarik perhatian masyarakat adalah promo transaksi digital bertajuk Scan QRIS Rp26.
Melalui program tersebut, masyarakat cukup melakukan pembayaran sebesar Rp26 untuk mendapatkan voucher belanja senilai Rp20.000 yang dapat digunakan pada produk UMKM.
Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Sulut, Ircham Andrianto Taufick, mengatakan program ini dirancang agar mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui transaksi QRIS sebesar Rp26, masyarakat dapat langsung merasakan manfaat transaksi digital ke produk UMKM. Antusiasme yang tercermin dari 8.396 transaksi dalam satu hari ini menunjukkan bahwa digitalisasi semakin diterima,” ujarnya, Jumat (10/4/2026)
Selain mendorong transaksi digital, BI Sulut juga menghadirkan edukasi kebanksentralan yang dikemas secara interaktif, termasuk layanan perpustakaan keliling.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap peran bank sentral sekaligus memperkuat literasi ekonomi dan keuangan.
Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto, menegaskan bahwa keikutsertaan pihaknya dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk lebih dikenal masyarakat sekaligus mendorong konsumsi lokal. Momentum Paskah Nasional ini juga menjadi ajang memperkuat kebersamaan dan semangat berbagi,” kata Joko.
Partisipasi BI Sulut dalam Paskah Nasional 2026 dinilai menjadi contoh pendekatan berbasis komunitas yang dipadukan dengan inovasi digital, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan literasi. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ekonomi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
(sab)
