MANADO, indinews.id - Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-402 Kota Manado pada 14 Juli 2026, para pemain dan kru film Free Wi-Fi memperkenalkan karya mereka dalam sebuah acara yang turut dihadiri Wali Kota Manado.
Film tersebut digarap oleh sineas lokal dengan mengangkat budaya, kehidupan masyarakat, serta keindahan Kota Manado sebagai latar utama.
Dalam kesempatan itu, salah satu pemeran, Om Kale, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah terhadap perkembangan industri kreatif daerah. Menurutnya, sekitar 90 persen lokasi pengambilan gambar dilakukan di Kota Manado.
"Produksi lokal dari produser, sutradara, dan seluruh pemain. Inilah miliknya Manado, Sulawesi Utara. Kita bangga punya sebuah produksi yang mengangkat seni budaya dan para pekerja seni di Manado, di Sulawesi Utara," ujar Om Kale, Sabtu (11/7/2026).
Ia menjelaskan proses produksi film sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Namun setelah beberapa tahun menunggu, film tersebut akhirnya dapat ditayangkan di bioskop.
"Begitu Covid masuk, produksi ikut terdampak. Sekian tahun menunggu, akhirnya bioskop dibuka dan film ini bisa tayang," katanya.
Om Kale juga menilai film Free Wi-Fi tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi turut membawa pesan tentang pendidikan, budaya, dan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara.
"Film ini sangat luar biasa dari sisi pendidikan, hiburan, cinta, dan budaya. Area pengambilan gambarnya sekitar 90 persen berada di Manado," ujarnya.
Sementara itu, pemeran lain, Sule, berharap film tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat maupun pemerintah daerah agar dapat menjangkau lebih banyak penonton.
"Film ini mengangkat Kota Manado. Mudah-mudahan kehadiran Pak Wali Kota bisa membantu dan mendukung film ini," ucap Sule.
Acara perkenalan film juga diwarnai suasana santai dan penuh humor. Para pemain memperkenalkan karakter yang mereka perankan sekaligus berbagi pengalaman selama proses produksi.
Film Free Wi-Fi menjadi salah satu karya perfilman lokal yang diharapkan mampu memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan kreativitas masyarakat Sulawesi Utara kepada khalayak yang lebih luas.
(sab)
