Notification

×

Kinerja Triwulan I 2026 Bandara Sam Ratulangi Manado Tumbuh Positif

16 April 2026 | April 16, 2026 WIB Last Updated 2026-04-16T10:23:44Z

 

Aktivitas penumpang dan pergerakan pesawat di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Kamis (16/4/2026). (Foto: Istimewa)






MANADO, indinews.id - Kinerja operasional Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada triwulan I 2026 menunjukkan tren pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 


Peningkatan terlihat pada pergerakan pesawat, jumlah penumpang, hingga angkutan kargo.


Berdasarkan data operasional Januari–Maret 2026, pergerakan pesawat tercatat sebanyak 5.285 pergerakan atau naik 23 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 4.286 pergerakan. 


Angka tersebut hanya terpaut sekitar 1 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2019 sebanyak 5.331 pergerakan.


Jumlah penumpang juga mengalami peningkatan. Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 513.043 penumpang atau tumbuh 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 428.218 penumpang. 


Meski demikian, angka tersebut masih sedikit di bawah capaian tahun 2019 yang mencapai 517.558 penumpang.


Sementara itu, sektor kargo menunjukkan pertumbuhan signifikan. Volume angkutan kargo mencapai 4.974.306 kilogram, meningkat 9 persen dibandingkan 2025 sebesar 4.554.240 kilogram, serta melonjak hingga 70 persen dibandingkan tahun 2019 yang tercatat 2.924.052 kilogram.


Peningkatan pada sektor kargo dinilai dipengaruhi oleh perubahan pola distribusi logistik sejak pandemi COVID-19, terutama dengan meningkatnya aktivitas perdagangan berbasis daring.


General Manager PT Angkasa Pura Indonesia, Radityo Ari Purwoko, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pengguna jasa bandara.


“Manajemen akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang serta memastikan operasional bandara berjalan dengan aman, nyaman, dan efisien,” ujar Radityo, Kamis (16/4/2026).


Memasuki April 2026, industri penerbangan juga menghadapi tantangan global akibat konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat domestik sekitar 9 hingga 13 persen. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya biaya operasional maskapai.


Meski demikian, pihak bandara menilai kondisi tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap minat perjalanan penumpang melalui Bandara Sam Ratulangi.


Ke depan, peningkatan jumlah wisatawan diharapkan terus terjadi seiring semakin dikenalnya potensi pariwisata Sulawesi Utara, baik di tingkat nasional maupun internasional.


Dengan tren positif ini, Bandara Sam Ratulangi optimistis dapat terus berperan sebagai pintu gerbang utama dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close