MANADO, indinews.id - Pupuk Indonesia Regional 4B yang mencakup wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua mencatat realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 332 ribu ton hingga April 2026.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
General Manager Pupuk Indonesia Regional 4, Wisnu Ramadhani, mengungkapkan bahwa capaian tersebut telah memenuhi sebagian dari target distribusi yang ditetapkan.
“Capaian itu berkisar 20 persen dari alokasi,” kata Wisnu Ramadhani dalam Media Gathering di Resto Bumber, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya terus mendorong edukasi kepada petani sebagai bagian dari strategi peningkatan penyerapan pupuk bersubsidi.
Langkah ini juga dilakukan untuk menjawab tingginya kebutuhan pupuk Urea dan NPK di kawasan Indonesia Timur.
Selain distribusi, Pupuk Indonesia Regional 4 juga aktif melakukan pembinaan kepada petani, termasuk di wilayah Pangkep, Sulawesi Selatan, guna meningkatkan hasil produksi pertanian.
Perusahaan juga memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi tetap terjaga dengan menerapkan prinsip 7 Tepat, yakni tepat tempat, tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat mutu, tepat harga dan tepat penerima.
“Realisasi di beberapa sub-wilayah seperti Sulawesi Utara tercatat 14,26 persen per April 2026.,” terang Wisnu.
Sementara itu, berdasarkan data per 11 April 2026, total stok pupuk di Regional 4 tercatat mencapai 207.216 ton. Jumlah tersebut terdiri dari 195.779 ton pupuk bersubsidi dan 11.437 ton pupuk non-subsidi yang tersebar di seluruh provinsi dalam wilayah tersebut.
(sab)
