![]() |
| Penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kota Tomohon dan Kabupaten Bone Bolango dalam rangka penguatan ekonomi daerah. (Dok. Ferry Londok) |
TOMOHON, indinews.id - Pemerintah Kota Tomohon menggelar pertemuan strategis tingkat tinggi (High Level Meeting) 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan capacity building serta penandatanganan kerja sama antar daerah dalam upaya pengendalian inflasi, bersama Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Rabu (22/4/2026).
Wali Kota Tomohon, Carrol Senduk, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas daerah dalam menghadapi tantangan inflasi yang semakin kompleks.
“Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas perkenalannya kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat sejahtera untuk boleh melaksanakan agenda strategis High Level meeting capacity building sekaligus penandatanganan kerjasama antar daerah dalam hal pengendalian inflasi dengan pemerintah Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo,” ujarnya.
Carrol Senduk juga menyampaikan sambutan hangat kepada rombongan dari Kabupaten Bone Bolango yang hadir di Kota Tomohon. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut tidak sekadar agenda kerja, melainkan simbol kuatnya kolaborasi antar daerah.
“Tentu kehadiran Bapak Ibu bukan sekedar kunjungan kerja tapi simbol Sinergi yang kuat antar kota Tomohon dan Kabupaten Bone Bolango,” katanya.
Menurutnya, inflasi kini bukan lagi persoalan sektoral semata, melainkan tantangan global yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat di tingkat lokal. Oleh karena itu, kerja sama antar daerah menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup penguatan rantai pasok komoditas pangan melalui mekanisme saling mendukung antar daerah yang memiliki keunggulan masing-masing sektor.
“Melalui penandatanganan kerjasama ini kita berkomitmen untuk saling mendukung dalam ketersediaan komoditas pangan jika Tomohon surplus di satu sektor dan Bone Bolango memiliki keunggulan di sektor lain maka rantai distribusi inilah yang kita perpendek demi kestabilan harga,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan capacity building juga dinilai penting dalam meningkatkan kapasitas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di masing-masing wilayah. Pertukaran data, pengalaman, serta strategi inovatif diharapkan mampu memperkuat respons terhadap potensi lonjakan harga.
“Saya berharap kesepakatan yang ditandatangani hari ini tidak berhenti di atas kertas,” tegasnya.
Ia pun menginstruksikan seluruh anggota TPID Kota Tomohon untuk segera menindaklanjuti kerja sama tersebut melalui langkah konkret di lapangan.
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile menegaskan bahwa kerja sama yang dijalin tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirancang untuk berkelanjutan.
“Ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi kita semua. Kesepakatan kerja sama ini tidak hanya berdampak hari ini, tetapi juga direncanakan untuk jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sinergi antar daerah akan terus diperluas, termasuk dengan wilayah lain di Sulawesi. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan melalui pemanfaatan potensi masing-masing daerah.
Menurutnya, kerja sama antar daerah menjadi salah satu solusi dalam mengatasi berbagai tantangan pembangunan, termasuk kemiskinan dan ketertinggalan.
“Saya ingin sampaikan bahwa daerah kami masih termasuk dalam kategori miskin berdasarkan hasil penelitian. Kerja sama ini menjadi salah satu upaya untuk menjawab ketertinggalan tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa terdapat dua prinsip utama dalam kerja sama tersebut, yakni menciptakan stabilitas daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Pertama adalah terciptanya stabilitas daerah, dan kedua adalah terciptanya kesejahteraan rakyat. Kesejahteraan merupakan bagian penting yang tidak boleh kita abaikan,” tegasnya.
Dalam kerja sama tersebut, masing-masing daerah juga mendorong penguatan komoditas unggulan. Kabupaten Bone Bolango, misalnya, memiliki sejumlah komoditas utama seperti jagung, tomat, dan beras yang diharapkan dapat menjadi basis kolaborasi ekonomi antar wilayah.
Ia berharap, kesepakatan yang telah terjalin dapat diimplementasikan secara konkret dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap kerja sama ini benar-benar dapat kita rasakan manfaatnya dalam mendorong percepatan pembangunan dan menciptakan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Joko Supratikto mengatakan bahwa Pemerintah daerah menegaskan pentingnya penguatan kerja sama antar wilayah yang tidak hanya berhenti pada penandatanganan, tetapi juga berlanjut hingga implementasi di sektor bisnis.
“Hari ini ada dua acara yang akan kita lakukan bersama. Yang pertama adalah berkaitan dengan high level meeting tim pengendalian inflasi daerah, khususnya untuk Kota Tomohon. Yang kedua adalah penandatangan kerja sama antar daerah antara Kota Tomohon dengan Kabupaten Bone Bolango,” ujar Joko.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan kerja sama tidak cukup hanya pada aspek administratif, tetapi harus diimplementasikan secara nyata melalui kolaborasi bisnis, baik oleh perusahaan milik daerah maupun sektor swasta.
“Kerja sama ini tidak akan berhasil ketika hanya berhenti pada penandatanganan antara pemerintah dengan pemerintah. Yang harus dilakukan adalah bagaimana kita mendorong kerja sama ini bisa ditingkatkan pada level bisnis,” katanya.
Salah satu contoh potensi kerja sama adalah pada sektor komoditas unggulan. Kabupaten Bone Bolango disebut memiliki potensi produksi beras yang dapat menjadi peluang kolaborasi dengan Kota Tomohon yang tidak memiliki basis produksi serupa.
Selain itu, isu ketahanan pasokan juga menjadi perhatian. Selama ini, sejumlah kebutuhan daerah masih bergantung pada pasokan dari wilayah lain, sehingga kerja sama antar daerah dinilai penting untuk menjaga stabilitas distribusi.
Secara keseluruhan, sinergi antar daerah dan kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi serta mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.
(sab)
