Notification

×

31 Tahun Melayani Indonesia, Telkomsel Catat Pemulihan Kinerja dan Perkuat Ekosistem Digital

20 Mei 2026 | Mei 20, 2026 WIB Last Updated 2026-05-20T21:43:19Z

 

Telkomsel berhasil membukukan peningkatan performansi Perusahaan yang semakin baik pada paruh kedua 2025. Dengan pendapatan sebesar Rp109,3 triliun dan laba bersih Rp19,7 triliun, tumbuh 14,7 persen (QoQ) serta peningkatan EBITDA 5,4 persen menandai momentum pemulihan yang semakin kuat, Rabu (20/5/2026). (Dok. Telkomsel)

JAKARTA, indinews.id - Memasuki usia ke-31 tahun, Telkomsel terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional melalui layanan yang dinilai semakin relevan dengan kebutuhan pelanggan. 


Perusahaan juga mencatat pemulihan kinerja positif sepanjang 2025 di tengah tantangan industri telekomunikasi yang dinamis.


Telkomsel membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 14,7 persen secara kuartalan atau quarter on quarter (QoQ). Sementara itu, EBITDA meningkat 5,4 persen QoQ yang disebut menjadi sinyal penguatan momentum pemulihan bisnis perusahaan.


Direktur Utama Telkomsel, Nugroho mengatakan tahun 2025 menjadi periode penting bagi perusahaan dalam memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.


“Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Telkomsel dalam memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Nugroho, Rabu (20/5/2026).


Sepanjang 2025, Telkomsel mencatat pendapatan sebesar Rp109,3 triliun dengan laba bersih mencapai Rp19,7 triliun. Kinerja tersebut didorong kontribusi layanan digital bisnis yang kini menyumbang lebih dari 95 persen terhadap pendapatan mobile perusahaan.


Selain itu, pertumbuhan trafik data tahunan mencapai 15 persen, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital dan konektivitas internet.


Strategi perusahaan yang berfokus pada kualitas layanan juga berdampak terhadap peningkatan produktivitas pelanggan. Hingga akhir 2025, Telkomsel memiliki 156,1 juta pelanggan dengan average revenue per user (ARPU) meningkat menjadi Rp45 ribu.


Di sektor layanan konvergensi, penetrasi layanan disebut telah mencapai sekitar 59 persen. Sementara pelanggan fixed broadband terus bertambah hingga total basis pelanggan menembus lebih dari 10 juta pelanggan.


Telkomsel juga terus memperluas layanan digital yang mendukung aktivitas dan gaya hidup masyarakat, mulai dari komunikasi, hiburan, hingga solusi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).


Tak hanya fokus pada bisnis, perusahaan turut menyoroti dampak sosial melalui pengembangan ekosistem digital yang inklusif. Salah satunya melalui pemberdayaan UMKM yang disebut mampu meningkatkan rata-rata omzet hingga 32 persen lewat pemanfaatan layanan digital.


Perusahaan juga mengklaim telah mendukung terciptanya lebih dari 685 ribu lapangan kerja di ekosistem digital nasional. Selain itu, pengembangan talenta digital dilakukan melalui program NextDev dan berbagai inisiatif edukasi digital lainnya.


Upaya pemerataan akses internet juga terus dilakukan hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui dukungan BTS USO.


Melalui berbagai langkah tersebut, Telkomsel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transformasi digital sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close