![]() |
| Pelepasan ekspor komoditas perkebunan dan perikanan di Kota Bitung pada 2025 lalu. (indinews.id/Subhan) |
MANADO, indinews.id - Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Sulawesi Utara pada triwulan pertama 2026 menunjukkan tren positif. Nilai ekspor daerah ini tercatat mencapai US$ 302,88 juta sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 7,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, nilai impor juga tercatat naik 6,63 persen menjadi US$ 35,31 juta.
“Secara kumulatif, ekspor dan impor Sulawesi Utara pada triwulan pertama 2026 sama-sama mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Watekhi, Senin (4/5/2026).
Dari sisi komoditas, ekspor Sulawesi Utara masih didominasi oleh kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15). Nilainya mencapai US$ 222,29 juta atau meningkat 10,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi impor, komoditas terbesar berasal dari bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$ 21,66 juta. Namun, nilai tersebut justru mengalami penurunan sebesar 12,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Untuk negara tujuan, Belanda menjadi pasar ekspor utama Sulawesi Utara dengan nilai mencapai US$ 58,95 juta. Nilai ini melonjak tajam sebesar 91,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Malaysia tercatat sebagai negara asal impor terbesar dengan nilai US$ 15,39 juta, meski mengalami penurunan sebesar 35,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan internasional Sulawesi Utara tetap tumbuh, didorong oleh kinerja ekspor komoditas unggulan meski di tengah dinamika impor yang fluktuatif.
(sab)
