Notification

×

Pegadaian Bukukan Laba Rp4,38 Triliun pada Awal 2026, Ekspansi Ekosistem Emas Jadi Penggerak

24 Mei 2026 | Mei 24, 2026 WIB Last Updated 2026-05-24T09:51:08Z

 

Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan saat menyampaikan capaian kinerja perusahaan pada awal tahun 2026 dan penguatan layanan ekosistem emas. (Dok. Istimewa)

JAKARTA, indinews.id - PT Pegadaian mencatatkan kinerja positif hingga 30 April 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp4,38 triliun. 


Angka tersebut meningkat 87,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,34 triliun.


Pertumbuhan kinerja perusahaan turut ditopang peningkatan total aset yang mencapai Rp183,8 triliun atau naik 56 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp117,8 triliun. 


Sementara itu, Outstanding Loan (OSL) gross tercatat sebesar Rp153,6 triliun atau tumbuh 58,8 persen dari Rp96,7 triliun pada 2025.


Selain pertumbuhan bisnis, kualitas pembiayaan perusahaan juga menunjukkan perbaikan. Rasio Non-Performing Loan (NPL) berhasil ditekan dari 0,82 persen menjadi 0,51 persen pada periode yang sama.


Peningkatan kinerja tersebut berdampak pada rasio profitabilitas perusahaan. Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 7,49 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) mencapai 29,72 persen.


Di sisi efisiensi operasional, Pegadaian berhasil menekan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menjadi 59,71 persen, yang disebut sebagai level terendah dalam beberapa tahun terakhir.


Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengatakan capaian tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan yang kini memasuki usia ke-125 tahun.


Menurut Damar, tidak mudah untuk menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa adanya loyalitas dan kepercayaan yang besar dari nasabah. 


"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia yang terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial utama. Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian,” ujar Damar.


Menurutnya, Pegadaian akan terus melakukan transformasi dengan mengintegrasikan layanan digital dan kebutuhan masyarakat.


“Hadirnya komoditas anyar seperti layanan Bulion dan kemudahan digital lewat aplikasi Tring! diharapkan mampu menjadi lokomotif baru yang mempermudah lintas generasi dalam berinvestasi aman bersama Pegadaian,” tambahnya.


Pegadaian juga memperkuat ekspansi bisnis emas dengan menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin operasional kegiatan usaha bulion atau Bank Emas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Melalui izin tersebut, Pegadaian menghadirkan sejumlah layanan Bulion Services, mulai dari Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga Perdagangan Emas.


Perusahaan juga dinilai memiliki kesiapan infrastruktur yang memadai karena didukung jaringan penyimpanan emas dengan standar keamanan internasional terbesar di Indonesia. Selain itu, sekitar 90 persen agunan gadai di Pegadaian berupa emas.


Damar menegaskan layanan bulion terintegrasi diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional sekaligus memperkuat misi perusahaan dalam “MengEMASkan Indonesia”.


Sementara itu, Pemimpin Wilayah Kanwil V Manado, Maksum, menyampaikan apresiasi atas capaian perusahaan pada awal tahun ini. Wilayah kerja Kanwil V meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua.


Menurutnya, pertumbuhan bisnis Pegadaian menunjukkan bahwa transformasi perusahaan, penguatan layanan digital, serta pengembangan ekosistem emas berjalan sesuai arah yang ditetapkan.


“Kami di wilayah tentunya mendukung penuh langkah strategis yang terus dihadirkan Direksi dalam memperkuat posisi Pegadaian sebagai perusahaan jasa keuangan modern yang dekat dengan masyarakat," ujar Maksum.


Capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh Insan Pegadaian di daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas literasi investasi emas, serta menghadirkan solusi finansial yang aman dan terpercaya bagi masyarakat.


Ia menambahkan, layanan Bulion atau Bank Emas menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Pegadaian sebagai bagian dari ekosistem keuangan nasional yang inovatif dan inklusif.


Dengan pertumbuhan kinerja dan transformasi bisnis yang terus berjalan, Pegadaian optimistis dapat memperluas inklusi keuangan dan memperkuat posisinya sebagai perusahaan jasa keuangan terpercaya di Indonesia.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close