![]() |
| Siswa di Makassar mengikuti pelatihan pengolahan limbah organik dan daur ulang plastik yang digelar Pertamina IT Makassar bersama komunitas lingkungan, Selasa (26/5/2026). (Dok. Istimewa) |
MAKASSAR, indinews.id - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Makassar menggandeng komunitas lingkungan Biourban dan Berdaur.id untuk mengedukasi pelajar terkait pengelolaan limbah organik maupun anorganik di sejumlah sekolah di Kota Makassar, Selasa (26/5/2026).
Program tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini, sekaligus merespons persoalan peningkatan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
Kegiatan ini juga mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin kota berkelanjutan dan konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab.
Kegiatan pertama berlangsung di SMA Negeri 17 Makassar dengan melibatkan sekitar 360 siswa. Dalam kesempatan itu, Shift Supervisor II HSSE Pertamina IT Makassar, Panji Trinayu Hermawan, mengajak para pelajar mulai peduli terhadap pengelolaan sampah di lingkungan sekitar.
Materi edukasi kemudian disampaikan oleh tim Biourban melalui Al Alif yang membahas pengolahan limbah organik menjadi maggot dan pupuk.
Para siswa diperkenalkan pada cara memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.
Sebagai tindak lanjut, peserta juga menerima benih tanaman dan pupuk untuk dimanfaatkan di rumah masing-masing.
Kepala SMA Negeri 17 Makassar, Asmar Achmad, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Kegiatan berikutnya digelar di MTs Negeri 1 Makassar dengan fokus pada pengolahan limbah anorganik, terutama daur ulang plastik.
Bersama tim Berdaur.id, siswa mendapatkan pelatihan pemanfaatan sampah plastik hingga praktik membuat gantungan kunci dari tutup botol dan kemasan plastik bekas.
Pihak sekolah menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan program duta lingkungan yang telah berjalan di madrasah dan diharapkan mampu memunculkan lebih banyak gerakan peduli sampah di lingkungan sekolah.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menilai edukasi lingkungan di sekolah penting untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di masyarakat.
“Kesadaran lingkungan perlu dibangun sejak dini agar generasi muda memiliki kepedulian dan keterampilan dalam mengelola limbah di lingkungan sekitarnya. Melalui kolaborasi ini, Pertamina ingin mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif kreatif yang memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Lilik.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti sesi praktik hingga pembagian doorprize. Pertamina IT Makassar berharap pelatihan tersebut dapat membentuk generasi muda yang lebih kreatif dan peduli terhadap lingkungan.
(sab)
