![]() |
| Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Watekhi (Dok. BPS Sulut). |
MANADO, indinews.id - Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan dinamika baru kependudukan di Provinsi Sulawesi Utara. Dalam lima tahun terakhir, laju pertumbuhan penduduk tercatat rata-rata sebesar 0,79 persen per tahun.
Di sisi lain, rasio ketergantungan mengalami peningkatan dan mencapai 45,95 persen pada tahun 2025. Kondisi ini menandakan beban penduduk usia produktif terhadap kelompok usia nonproduktif semakin besar.
“Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) sebesar 2,07 mengindikasikan tingkat fertilitas sudah berada di bawah replacement level,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Watekhi, Selasa (5/5/2026).
Data tersebut mempertegas bahwa Sulawesi Utara tengah mengalami transisi menuju struktur penduduk menua. Hal ini juga terlihat dari meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia yang kini mencapai 14,12 persen.
Sementara itu, indikator kesehatan menunjukkan tren positif. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) terus mengalami penurunan dan tercatat sebesar 15,75.
Dari aspek mobilitas penduduk, arus migrasi seumur hidup maupun migrasi risen menggambarkan pola perpindahan penduduk yang relatif seimbang di wilayah Sulawesi Utara.
Secara keseluruhan, hasil SUPAS 2025 mencerminkan perubahan struktur demografi di Sulawesi Utara yang bergerak menuju masyarakat dengan proporsi lansia yang semakin besar, di tengah laju pertumbuhan penduduk yang cenderung melambat.
(sab)
