Notification

×

Basarnas Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Sulawesi, Penambahan Alutsista Jadi Prioritas

25 Juni 2026 | Juni 25, 2026 WIB Last Updated 2026-06-25T04:15:24Z

 

Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, saat meninjau sarana dan prasarana yang dimiliki Basarnas Kantor SAR di Manado, Rabu (24/6/2026) (Indinews.id/Subhan)



MANADO, indinews.id - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsdya TNI Mohammad Syafii melakukan kunjungan kerja ke Manado guna memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan penanganan kedaruratan di wilayah Sulawesi dan Maluku Utara, Rabu (24/6/2026).


Dalam kunjungan tersebut, pimpinan Basarnas pusat bertemu dan berdiskusi dengan para Kepala Kantor SAR dari berbagai daerah di Sulawesi dan Ternate. 


Pertemuan itu dimanfaatkan untuk mengevaluasi kesiapan personel, sarana-prasarana, serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan kondisi darurat.


Kepala Basarnas mengatakan Sulawesi menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena memiliki tingkat potensi kedaruratan yang cukup tinggi, baik akibat bencana hidrometeorologi maupun geologi.


"Manado menjadi salah satu sasaran kunjungan kerja karena dalam beberapa periode terakhir potensi kedaruratan di wilayah Sulawesi cukup tinggi. Namun berkat sinergi antara Kantor SAR dan seluruh potensi SAR di daerah, berbagai kejadian dapat ditangani dengan baik," ujarnya.


Ia menegaskan Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena kondisi geografisnya. Oleh karena itu, Basarnas terus mengampanyekan pentingnya kesadaran keselamatan kepada masyarakat.


Menurutnya, sesuai amanat undang-undang, Basarnas berperan sebagai sektor utama dalam penanganan kedaruratan, baik akibat bencana maupun kecelakaan transportasi udara, laut, dan darat yang membutuhkan penanganan khusus.


"Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa Kantor SAR, meskipun memiliki berbagai keterbatasan, tetap mampu melaksanakan tugas yang diamanahkan negara," katanya.


Terkait kesiapan peralatan dan armada, ia mengakui jumlah sarana dan prasarana yang dimiliki Basarnas belum sepenuhnya sebanding dengan luasnya potensi ancaman yang dihadapi. 


Namun, keterbatasan tersebut diatasi melalui kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga.


"Pada setiap penanganan kedaruratan, kami bersinergi dengan TNI, Polri, kementerian terkait, pemerintah daerah, dan seluruh potensi SAR agar tugas kemanusiaan dapat terlaksana secara optimal," jelasnya.


Basarnas juga membuka peluang penambahan alat utama dan perlengkapan pencarian serta pertolongan di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.


"Dalam pembangunan kekuatan, penambahan alutsista akan disesuaikan dengan potensi ancaman yang ada. Semakin tinggi ancamannya, tentu akan menjadi perhatian lebih dalam perencanaan penguatan kapasitas," ujarnya.


Selain memperkuat kemampuan operasional, Basarnas juga terus mengembangkan program edukasi keselamatan melalui program SAR Goes to School dan SAR Goes to Campus.


Program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama Basarnas dengan kementerian terkait untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan dan penanganan kondisi darurat sejak usia dini hingga tingkat perguruan tinggi.


"Basarnas ingin membangun budaya keselamatan sejak dini. Edukasi mengenai tindakan awal saat menghadapi keadaan darurat perlu dikenalkan mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi," katanya.


Ia menambahkan, keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab Basarnas, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. 


Warga yang berada di lokasi kejadian diharapkan dapat memberikan pertolongan awal atau segera melaporkan peristiwa darurat kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.


"Jika kondisi darurat membutuhkan penanganan khusus, Basarnas akan hadir melalui Kantor SAR terdekat untuk memberikan bantuan dan pertolongan," pungkasnya.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close