MANADO, indinews.id - BPJS Kesehatan terus memperluas akses pelayanan kepada masyarakat melalui layanan jemput bola dan penguatan layanan digital.
Upaya tersebut dilakukan agar peserta tetap dapat memperoleh pelayanan administrasi kesehatan dengan mudah, termasuk masyarakat di wilayah yang jauh dari kantor cabang.
Chrisye Tangkawarow, Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Manado dalam pemaparan sosialisasi layanan BPJS Kesehatan, menyampaikan bahwa pelayanan keliling rutin dilakukan di daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan jarak tempuh cukup jauh menuju kantor cabang.
“Kalau sebelum-sebelumnya itu kami lebih banyak menyasar ke daerah-daerah yang agak jauh dari kantor cabang. Contohnya kalau di wilayah Kota Manado, itu biasa di daerah Tongkaina, Meras yang walaupun masih masuk dalam wilayah Kota Manado tapi orang pe akses kalau ke kantor cabang itu mungkin agak jauh,” jelas Chrisye, Jumat (5/6/2026).
Selain mendatangi wilayah pinggiran, BPJS Keliling juga hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti peringatan May Day maupun kegiatan di kantor kelurahan.
“Nah, makanya biasa kami ke sana supaya sekaligus jemput bola. Kadang-kadang kami juga ada di kegiatan, misalnya waktu itu di May Day, di mana ada kerumunan, BPJS Keliling pasti ada,” ujarnya.
Layanan yang diberikan melalui BPJS Keliling disebutkan hampir sama dengan pelayanan yang tersedia di kantor cabang. Selain itu, BPJS Kesehatan juga membuka layanan di Mal Pelayanan Publik Kota Manado yang berada di kawasan samping Four Points.
“Kalau untuk Kota Manado, untuk Mal Pelayanan Publik yang ada di samping Four Points, nah kita ada di situ, tapi memang tidak setiap hari. Kami buka di situ setiap hari Kamis dan Jumat dari jam 9 pagi sampai dengan jam 12 siang,” katanya.
Tak hanya layanan tatap muka, BPJS Kesehatan juga mengoptimalkan layanan non-tatap muka melalui aplikasi Mobile JKN, Pandawa, dan Viola atau Virtual Office Layanan Peserta.
Dalam pemaparannya, Mobile JKN disebut memiliki puluhan fitur yang memudahkan peserta, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan fasilitas kesehatan tingkat pertama, pengecekan iuran, hingga layanan antrean online dan skrining kesehatan.
“Nah, untuk Mobile JKN ini kurang lebih ada 10 fitur, tapi bukan cuma 10 fitur. Totalnya itu kurang lebih ada 23 fitur yang ada di aplikasi Mobile JKN,” jelasnya.
Sementara itu, layanan Pandawa disiapkan melalui aplikasi WhatsApp untuk memudahkan masyarakat yang memiliki keterbatasan memori telepon genggam sehingga tidak dapat memasang aplikasi Mobile JKN.
“Nah, untuk Pandawa ini yang paling gampang karena lewat WhatsApp. Kadang-kadang kalau orang datang ke kantor, ‘Aduh, handphone sudah penuh, sudah tidak cukup mau instal Mobile JKN.’ Tapi kalau WhatsApp, orang pasti tetap ada,” ungkapnya.
Melalui layanan Pandawa, peserta dapat memperoleh informasi kepesertaan, menyampaikan pengaduan, mengecek tunggakan, hingga mengakses program REHAB atau Rencana Pembayaran Bertahap bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan layanan Viola yang memanfaatkan media virtual seperti Zoom dan video call WhatsApp untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil.
“Nah, akhirnya kami coba sarankan lewat Viola ini. Dan puji Tuhan, Alhamdulillah, banyak peminatnya sampai-sampai handphone panas karena pakai Zoom lama-lama, tapi tetap bisa berjalan,” katanya.
Layanan Viola diketahui telah diterapkan di wilayah Likupang Barat, Likupang Timur, dan Likupang Selatan yang memiliki akses cukup jauh menuju kantor BPJS Kesehatan.
Dalam kesempatan itu, BPJS Kesehatan juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya program REHAB atau Rencana Pembayaran Bertahap untuk peserta mandiri yang memiliki tunggakan iuran.
“Nah, untuk program REHAB ini bisa dilakukan. Jadi, pas sudah ada pendapatan atau pas mungkin sudah masuk dalam bantuan pemerintah, jadi bisa dicicil sehingga suatu saat kalau seandainya sudah tidak lagi masuk dalam segmen tersebut, pencicilan sudah bersih,” jelasnya.
BPJS Kesehatan berharap layanan digital dan berbagai inovasi pelayanan tersebut dapat meningkatkan kemudahan akses masyarakat terhadap layanan administrasi kesehatan, khususnya bagi peserta di wilayah terpencil dan pesisir.
(sab)
