Manado, indinews.id - Polemik terkait pelaksanaan Hari Persatuan (HAPSA) Pria/Kaum Bapa (P/KB) GMIM yang ramai diperbincangkan di media sosial mendapat perhatian dari Panitia Umum HAPSA P/KB GMIM.
Perdebatan tersebut mencuat setelah beredarnya sebuah unggahan di grup Facebook Sulut Viral yang menyoroti pelaksanaan lomba Baca Mazmur Seri B dalam rangkaian kegiatan HAPSA P/KB GMIM. Dalam unggahan itu, penulis mengkritik mekanisme pembagian peserta pada venue lomba dan menilai pelaksanaannya tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan.
Sorotan utama tertuju pada pelaksanaan lomba di GMIM Betania Teling Tingkulu yang menjadi Venue 1. Penulis unggahan menilai jumlah peserta yang tampil tidak proporsional dan mempertanyakan keputusan panitia yang menempatkan sebagian besar peserta di Venue 2.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Umum Panitia HAPSA P/KB GMIM, Jimmy Gosal, menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan akibat kesalahpahaman yang terjadi.
"Kita sampaikan kepada Badan Pekerja, permohonan maaf kepada panitia. Kita nda mo cari siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi torang Panitia Umum akan melaksanakan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) torang," ujar Gosal, Senin (9/6/2026).
Jimmy juga secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada Panitia Lokal GMIM Betania Teling Tingkulu yang turut menjadi sorotan dalam polemik tersebut.
"Tolong sampaikan kepada teman-teman Panitia Lokal di Betania, saya mewakili panitia dengan penuh kerendahan diri torang minta maaf," katanya.
Lebih lanjut, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Selasa (9/6/2026), Jimmy Gosal menegaskan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi dengan BPMJ GMIM Betania Teling Tingkulu guna mengklarifikasi persoalan yang berkembang.
"Saya sudah sampaikan dan jelaskan kepada BPMJ Betania sejak kemarin melalui telepon. Kami saling mengonfirmasi dan menjelaskan di mana letak miskomunikasi yang terjadi," ungkapnya.
Menurut Jimmy, Panitia Umum tidak ingin memperpanjang polemik dengan saling menyalahkan. Sebaliknya, pihaknya memilih menempuh langkah dialog dan klarifikasi secara terbuka.
Ia juga memastikan akan datang langsung ke Jemaat GMIM Betania Teling Tingkulu untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
"Jadi, kami masih dalam tahap menyelesaikan prosedur administrasi dari kegiatan. Jika semua sudah rampung, maka saya akan datang langsung ke Gereja Betania," pungkasnya.
Kehadiran Ketua Umum Panitia HAPSA P/KB GMIM diharapkan dapat menjadi langkah rekonsiliasi sekaligus memperjelas duduk persoalan yang sempat menjadi perbincangan luas di media sosial.
