Notification

×

Indosat Bukukan Pertumbuhan Dua Digit pada Semester I 2026, Perkuat Transformasi Berbasis AI

30 Juli 2026 | Juli 30, 2026 WIB Last Updated 2026-07-29T23:05:11Z
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyampaikan kinerja positif Perseroan pada semester pertama 2026 yang ditopang pertumbuhan bisnis berbasis kecerdasan artifisial (AI). (Dok. Istimewa)


JAKARTA, indinews.id - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang positif sepanjang semester pertama 2026. 


Perseroan membukukan pertumbuhan dua digit pada pendapatan dan laba, seiring percepatan transformasi bisnis berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang terus diperluas.


Berdasarkan laporan kinerja hingga 30 Juni 2026, Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun atau meningkat 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 


Sementara itu, EBITDA tumbuh 14 persen menjadi Rp14,6 triliun dengan margin EBITDA mencapai 47,6 persen.


Di sisi profitabilitas, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk setelah penyesuaian meningkat 49,2 persen secara tahunan menjadi Rp3,2 triliun. 


Peningkatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, efisiensi operasional, serta pengelolaan biaya yang lebih disiplin.


President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transformasi perusahaan menuju bisnis berbasis AI menjadi pendorong utama pertumbuhan jangka panjang.


"AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI. Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami," kata Vikram, Kamis (30/7/2026).


"Pencapaian ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mengakselerasi fase transformasi selanjutnya, dengan memperkuat kapabilitas yang akan menjadi mesin pertumbuhan di masa depan sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem AI di Indonesia," tambah Vikram.


Indosat menyebut pemanfaatan AI kini semakin terintegrasi dalam layanan digital yang digunakan pelanggan. Berbagai fitur seperti Anti-Spam, Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, hingga Adobe Express menjadi bagian dari layanan yang ditawarkan untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan keamanan pengguna.


Sejalan dengan itu, trafik data meningkat 19,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan Average Revenue Per User (ARPU) naik 17,3 persen menjadi Rp46 ribu. Jumlah pelanggan seluler juga tetap terjaga di angka 93,4 juta pelanggan.


Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, Indosat memperkuat investasi di sektor teknologi melalui pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group. 


Kerja sama tersebut mencakup pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer jaringan serat optik nasional, yang menghasilkan dana sekitar Rp11,7 triliun sekaligus mendukung penerapan model bisnis berbasis aset ringan (asset-light).


Selain itu, bisnis AI Cloud Indosat menunjukkan pertumbuhan signifikan. Selama semester pertama 2026, AI Cloud menghasilkan pendapatan sebesar 33 juta dolar Amerika Serikat, melampaui total pendapatan sepanjang 2025 yang tercatat sebesar 28 juta dolar Amerika Serikat. 


Perseroan menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap infrastruktur AI di Indonesia.


Di bidang jaringan, Indosat juga memperoleh tambahan spektrum selebar 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Penambahan spektrum ini diharapkan meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus memperluas layanan berbasis Indosat5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA).


Tak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, Indosat juga menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan. Perseroan mencatat penurunan intensitas emisi karbon sebesar 50,89 persen melalui optimalisasi jaringan berbasis AI dan pengelolaan energi yang lebih efisien.


Atas penerapan praktik bisnis berkelanjutan tersebut, Indosat masuk dalam tiga indeks ESG KEHATI, yakni SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45 untuk periode Juni hingga November 2026.


Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Indosat menjalin kemitraan dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Wadhwani Foundation untuk mencetak satu juta talenta digital serta 100 ribu wirausaha berbasis AI hingga 2029. 


Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat ekosistem AI nasional melalui inovasi yang berkelanjutan dan inklusif.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close