Manado, indinews.id - Upaya pemberantasan peredaran narkoba di Kota Manado kembali membuahkan hasil. Dalam dalam pengungkapan kasus yang dilakukan sepanjang Juni 2026, Satres Narkoba Polresta Manado berhasil membongkar jaringan pengedar narkoba dengan menangkap enam tersangka serta menyita ratusan gram sabu dan ratusan butir obat keras ilegal yang diduga siap diedarkan di tengah masyarakat.
Enam tersangka yang diamankan masing-masing berinisial RD, AS, NP, FH, JI, dan MH.
Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid mengatakan, dari hasil pengungkapan selama satu bulan tersebut, penyidik menyita 367 paket sabu siap edar dengan berat total 218 gram serta 683 butir obat keras jenis Trihexyphenidyl.
"Komitmen kami jelas. Polresta Manado tidak akan memberikan ruang bagi pelaku peredaran narkoba di Kota Manado," ujar Irham Halid saat konferensi pers di Mapolresta Manado, Jumat (10/7/2026), didampingi Kasat Reserse Narkoba Kompol Hilman Muthalib dan Kasi Humas IPTU Agus Haryono.
Tak hanya pengungkapan pada Juni, kinerja Satres Narkoba Polresta Manado sepanjang Januari hingga Juni 2026 juga menunjukkan peningkatan. Dalam periode enam bulan, polisi berhasil mengungkap 27 kasus, terdiri atas 18 kasus narkotika dan 9 kasus peredaran obat keras ilegal.
Dari seluruh pengungkapan tersebut, polisi menyita total 627 gram sabu dan 16.390 butir Trihexyphenidyl yang diduga akan diedarkan di wilayah Manado dan sekitarnya.
Berdasarkan estimasi kepolisian, pengungkapan itu berhasil mencegah sekitar 6.270 orang dari potensi penyalahgunaan sabu serta sekitar 16 ribu orang dari penyalahgunaan obat keras ilegal.
Meski demikian, Kapolresta menegaskan bahwa penindakan tidak berhenti pada enam tersangka yang telah diamankan. Penyidik masih mengembangkan kasus untuk mengungkap jaringan pemasok yang berada di atas para pelaku.
"Kami akan terus mengembangkan penyelidikan hingga mata rantai peredaran narkoba dapat diputus. Upaya pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat," katanya.
Irham juga mengajak masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat, untuk aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan Kota Manado yang aman dan terbebas dari ancaman narkotika serta obat keras ilegal.(Jef)
