Notification

×

Dulu Cemas Menyeberang, Kini Warga Kaluppini Bisa Melintas Lebih Tenang

24 September 2026 | September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T01:29:35Z

 

Jembatan Gantung Kaluppini di Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, setelah direhabilitasi Pertamina. Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi sekitar 4.500 hingga 5.000 warga di lima desa, Rabu (23/9/2026).((Dok.Istimewa))

ENREKANG, indinews.id – Bagi warga Desa Kaluppini, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Jembatan Gantung Kaluppini bukan sekadar penghubung antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.


Di atas jembatan itu, setiap hari ada anak-anak yang berangkat ke sekolah, petani membawa hasil bumi, dan warga menjalankan berbagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Namun, ketika kondisi jembatan mulai rusak, setiap perjalanan harus dilakukan dengan lebih hati-hati. Rasa khawatir menjadi bagian dari keseharian warga, terutama ketika anak-anak harus melintasinya untuk pergi dan pulang sekolah.


Kini, kekhawatiran itu perlahan berkurang setelah Jembatan Gantung Kaluppini selesai direhabilitasi oleh PT Pertamina (Persero) bersama PT Pertamina Patra Niaga dan PertaMC melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).


Rehabilitasi jembatan tersebut diresmikan dan diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Enrekang pada Rabu (23/9/2026).


Salah seorang warga Desa Kaluppini, Sanning, mengaku merasakan langsung perubahan tersebut. Baginya, jembatan yang kini telah diperbaiki memberikan rasa aman yang sebelumnya sulit didapatkan ketika melintas.


"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan rehabilitasi jembatan ini dari Pertamina. Dulu kami harus ekstra hati-hati dan cemas saat melintas karena kondisinya yang sudah rusak. Sekarang, anak-anak kami bisa pergi ke sekolah dengan aman dan kami pun lebih tenang saat mengangkut hasil bumi ke pasar," tutur Sanning.


Cerita Sanning menggambarkan betapa pentingnya jembatan tersebut bagi kehidupan warga di kawasan pegunungan Enrekang.


Jembatan Gantung Kaluppini menjadi akses utama bagi masyarakat di lima desa. Diperkirakan sekitar 4.500 hingga 5.000 jiwa menggunakan akses tersebut untuk berbagai keperluan sehari-hari.


Bagi para petani, jembatan menjadi jalur penting untuk membawa hasil pertanian. Bagi anak-anak, jembatan merupakan bagian dari perjalanan menuju sekolah. Sementara bagi warga lainnya, jembatan menjadi penghubung menuju berbagai layanan dasar dan pusat aktivitas masyarakat.


Karena itu, kerusakan jembatan sebelumnya tidak hanya menyangkut persoalan infrastruktur. Kondisinya turut memengaruhi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga.


Setelah direhabilitasi, warga berharap jembatan tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang dan dirawat bersama.


Perubahan itu juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Enrekang. Bupati Enrekang H. Muhammad Yusuf Ritangnga mengatakan, keberadaan jembatan yang lebih layak memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.


"Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Enrekang, kami menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PT Pertamina. Kehadiran jembatan yang kokoh ini sangat membantu kelancaran roda perekonomian, distribusi hasil pertanian, serta akses anak-anak kita menuju sekolah. Sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN seperti ini adalah kunci utama percepatan kesejahteraan masyarakat," ungkap Bupati Enrekang.


Rehabilitasi jembatan dikerjakan selama sekitar dua bulan. VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero) Rudi Ariffianto mengatakan, kebutuhan warga terhadap akses yang aman menjadi salah satu perhatian dalam program tersebut.


"Kami mendengar dan melihat langsung betapa vitalnya peran infrastruktur bagi denyut nadi perekonomian dan kehidupan sosial warga di wilayah pegunungan ini. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas anak-anak kita ke sekolah, memperlancar distribusi hasil pertanian, roda perekonomian warga, serta memangkas jarak akses layanan dasar masyarakat," ujar Rudi.


Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto berharap warga dapat menjaga jembatan yang telah diperbaiki tersebut.


"Kami mengapresiasi dukungan penuh serta pengawalan dari Pemerintah Kabupaten Enrekang di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Semoga fasilitas yang telah direhabilitasi ini dapat dijaga bersama-sama dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendongkrak kesejahteraan di 5 desa yang terhubung," ungkap Lilik.


Bagi warga Kaluppini, manfaat rehabilitasi itu mungkin sederhana, tetapi terasa dalam kehidupan sehari-hari.


Tidak lagi harus menyeberang dengan rasa cemas. Tidak lagi terlalu khawatir ketika anak-anak berangkat sekolah. Petani pun dapat membawa hasil bumi dengan perasaan lebih tenang.


Di kawasan pegunungan Enrekang, sebuah jembatan bukan hanya soal besi, kayu, dan konstruksi. Bagi ribuan warga, jembatan adalah jalan untuk menjaga kehidupan tetap berjalan.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close