Notification

×

Lewat Terpujilah GURU 2026, Telkomsel Bekali Guru dengan Keterampilan AI

24 September 2026 | September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T08:54:15Z

 

Telkomsel menutup rangkaian Terpujilah Guru 2026 melalui Puncak Anugerah yang mengapresiasi 12 finalis Guru terbaik atas inovasi pembelajaran berbasis AI dan kreativitas digital. Program ini membekali para guru dengan keterampilan praktis untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan, kreatif, dan bermakna bagi siswa (23/9/2026).(Dok.Istimewa)



JAKARTA, indinews.id - Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mulai menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Melihat kebutuhan tersebut, Telkomsel membekali ribuan tenaga pendidik dengan keterampilan praktis dalam menggunakan AI dan mengembangkan kreativitas digital melalui program Terpujilah GURU 2026.


Program yang berlangsung sejak Mei 2026 itu ditutup melalui Puncak Anugerah Terpujilah GURU 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026). 


Kegiatan tersebut menjadi rangkaian akhir setelah para guru mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi di ruang kelas.


Lebih dari 3.800 guru SMA, SMK, dan MA dari berbagai daerah mengikuti program tersebut. Roadshow digelar di Kabupaten Bogor, Sumedang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Ambon, Jakarta, Bandung, Medan, dan Batam, disertai pembelajaran secara daring.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.500 peserta terpilih mengikuti tahapan program secara lebih intensif. Prosesnya dimulai dari seleksi, akademi daring yang diikuti 400 guru, pendampingan terhadap 80 guru, hingga pelatihan luring bagi 12 finalis di Jakarta.


Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada penggunaan AI, tetapi juga diarahkan agar guru mampu menghasilkan materi pembelajaran yang kreatif dan dapat diterapkan secara langsung di sekolah.


Para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai pemanfaatan AI yang berpusat pada manusia, peningkatan produktivitas, penyusunan instruksi untuk AI, desain visual, pembuatan video, metode pembelajaran kreatif, hingga pengujian produk digital.


Setiap peserta juga ditantang menghasilkan karya akhir berupa materi dan rancangan pembelajaran yang dapat digunakan serta dikembangkan sesuai kebutuhan siswa di sekolah masing-masing.


Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan, mengatakan guru memiliki kesiapan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, namun tetap harus memperhatikan pembangunan kompetensi dasar peserta didik.


“Kami melihat Bapak dan Ibu guru sangat siap bertransformasi, tanpa meninggalkan pembangunan kompetensi dasar anak-anak kita. AI berkembang sangat cepat dan akan memasuki semua lini kehidupan, sehingga kita perlu bersama menguji dan mempelajari adopsi AI melalui program Terpujilah GURU ini,” kata Indrawan, Kamis (24/9/2026).


Menurut dia, penggunaan AI secara tepat di bidang pendidikan diharapkan dapat membantu Indonesia mempersiapkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.


“Dengan penerapan AI secara tepat di dunia pendidikan, kami berharap bisa melihat bangsa Indonesia mampu menyesuaikan diri dengan baik, mandiri, dan bersaing dengan bangsa lain, terutama dalam kecerdasan buatan,” ujarnya.


Pada tahap akhir, 12 guru terbaik mempresentasikan karya serta praktik pembelajaran yang mereka kembangkan selama mengikuti program. Penilaian dilakukan terhadap proses belajar, karya akhir, hingga penerapan materi pembelajaran.


Dari proses tersebut, Telkomsel menetapkan enam peserta dengan skor tertinggi sebagai peserta terbaik Terpujilah GURU 2026. Mereka adalah Sofie Mellyani F. dari SMAN 4 Surabaya, Irvia Mariza dari SMAN 15 Bandung, Merlin Hitalessy dari SMKN 1 Ambon, A. Arief R. dari SMKN 1 Garut, Winda Risnawati dari SMAN 5 Pematangsiantar, dan Tressya Litaay dari SMAN 38 Maluku Tengah.


Salah satu peserta terbaik, Tressya Litaay, mengatakan kehadiran AI memberikan peluang bagi guru untuk menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, termasuk bagi siswa di daerah pedesaan.


“Kehadiran AI bukan membuka banyak peluang khususnya bagi anak-anak di pedesaan. Melalui program Telkomsel ini, kami para guru di daerah diajarkan untuk jeli memanfaatkan AI guna menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan relevan, sehingga mereka siap menghadapi masa depan,” ujar Tressya.


Sementara itu, peserta terbaik lainnya, A. Arief R., mengaku program tersebut memberikan perubahan terhadap cara mengajarnya.


“Sebagai guru senior, saya tidak ingin tertinggal dari generasi muda yang sangat akrab dengan AI. Program ini mengubah cara saya mengajar secara drastis dari yang tadinya berpusat di papan tulis dan pasif, kini menjadi pembelajaran yang aktif, berbasis pemikiran komputasional, dan penuh tantangan kreatif yang disukai anak-anak,” katanya.


Direktur Jenderal Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Nunuk Suryani, mengapresiasi ruang pembelajaran yang diberikan kepada para guru melalui program tersebut.


“Di tengah kesibukan yang luar biasa dalam melayani peserta didik, guru-guru kita menyimpan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat. Terpujilah GURU memberikan ruang yang luas kepada guru untuk menunjukkan kompetensinya, terlebih topik yang diangkat adalah bagaimana guru memanfaatkan kecerdasan artifisial sebagai alat bantu untuk mengajar,” kata Nunuk.


Ia berharap para guru yang mengikuti program tersebut dapat terus berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran, khususnya pada bidang pengodean dan kecerdasan artifisial.


“Kami sangat menyambut baik apa yang dilakukan oleh Telkomsel dan berharap para guru terbaik ini dapat berkontribusi lebih jauh dalam program-program yang berkaitan dengan coding dan kecerdasan artifisial,” ujarnya.


Untuk memperluas dampak program, peserta Terpujilah GURU juga terhubung dalam jejaring alumni EduCreator. Jejaring tersebut menjadi wadah bagi para guru untuk berbagi materi, pengalaman, serta praktik pembelajaran yang telah dikembangkan selama mengikuti program.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close